Mafia Diduga Bekingi Pencurian Sawit di BP Mandoge, Polsek Diminta Bertindak Tegas
2 min read
Asahan | Intipos.com – Praktik penjarahan Tandan Buah Segar (TBS) dan berondolan kelapa sawit di wilayah Bandar Pasir (BP) Mandoge semakin meresahkan.
Aksi yang menyasar lahan PTPN IV dan perkebunan warga di Desa Huta Bagasan ini ditengarai bukan sekadar pencurian biasa, melainkan aksi terorganisir yang diduga mendapat perlindungan dari agen penampung serta oknum aparat setempat.
Berdasarkan kesaksian warga pada Sabtu, 31 Januari 2026, kondisi ini telah menciptakan iklim ketakutan karena para pelaku tidak segan melakukan intimidasi hingga ancaman pembunuhan.
Kebrutalan kelompok ini terlihat dari cara mereka beroperasi secara terang-terangan, baik di siang maupun malam hari.
Ironisnya, sebagian besar eksekutor di lapangan adalah remaja di bawah umur yang diduga sengaja dimanfaatkan oleh para aktor intelektual.
Strategi ini ditengarai bertujuan agar para pelaku mudah lolos dari jeratan hukum atau hanya mendapatkan sanksi ringan.
Selain itu, warga mencurigai maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut menjadi pemicu utama meningkatnya keberanian para pelaku dalam melakukan aksi kriminal.
Meskipun keresahan warga sudah berlangsung hampir setahun, sebuah penangkapan akhirnya terjadi di Afdeling V Blok 04 BZ Kebun Mandoge.
Tim pengamanan berhasil meringkus seorang tersangka berinisial CS (17) dalam sebuah operasi pengendapan pada Sabtu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
Penangkapan ini mengungkap pola kerja kelompok yang sangat terstruktur, lengkap dengan alat panen dan kendaraan pendukung.
Bayu Pradana, selaku pihak pengamanan, menjelaskan bahwa proses penangkapan berlangsung dramatis.
Meski satu tersangka diamankan, tim pengamanan justru mendapatkan ancaman pembunuhan dari anggota komplotan lainnya saat hendak mengamankan barang bukti.
Bahkan, puluhan massa sempat mendatangi lokasi dengan maksud membebaskan pelaku sebelum akhirnya tersangka berhasil dievakuasi ke Polsek BP Mandoge.
Manager PTPN IV Bandar Pasir Mandoge, Agusman, menegaskan bahwa kerugian akibat pencurian sistematis ini telah menyebabkan penurunan hasil produksi secara signifikan selama setahun terakhir.
Ia mendesak kepolisian untuk memproses kasus ini dengan profesional demi memberikan efek jera.
Menanggapi tudingan miring mengenai adanya keterlibatan aparat dalam membekingi aksi pencurian tersebut, Kapolsek BP Mandoge, Iptu Erliyanto, memberikan pernyataan tegas.
Saat dikonfirmasi mengenai dugaan oknum personel yang menerima “setoran” dari mafia sawit, ia menegaskan tidak akan menoleransi pelanggaran di internalnya.
“Apabila ada oknum dari Polsek akan kita tindak pak, saya tidak pernah main-main dengan hal itu,” tegas Iptu Erliyanto lewat pesan singkat, Minggu (1/2/2026).
Terkait kelanjutan kasus penangkapan CS, Kapolsek menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Maaf pak, kasus dalam proses penyidikan, akan diberi kabar lebih lanjut,” tambahnya.(AS)
