Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Warga Jalan Setia Geruduk Kantor Bupati Asahan, Desak Pembongkaran Tembok Penutup Akses Jalan

3 min read

Asahan | Intipos.com – Ratusan warga yang bermukim di Jalan Setia, Kelurahan Tebing Kisaran, Kecamatan Kisaran Barat, melancarkan aksi unjuk rasabesar-besaran di dua lokasi, yakni Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kantor Bupati Asahan pada Selasa (16/12) sekitar pukul 10:40 WIB.

Kedatangan massa dipicu oleh kekecewaan mereka terhadap lambatnya eksekusi pembongkaran tembok milik Yayasan Maitreyawira yang telah menutup akses utama Jalan Setia.

Tembok ini dilaporkan telah menghalangi jalur yang telah digunakan warga selama puluhan tahun.

Dalam orasinya di depan Kantor Satpol PP, seorang perwakilan warga, Yusrizal Dahlan, mempertanyakan keberanian dan komitmen aparat penegak peraturan daerah.

“Kami sudah berulang kali melakukan demonstrasi. Bahkan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Asahan telah mengeluarkan rekomendasi agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan segera membongkar tembok tersebut.

Namun, hingga detik ini belum ada eksekusi dari Satpol PP. Apakah Satpol PP gentar menghadapi pemilik yayasan?” tanya Yusrizal dengan nada menantang.

Setelah berjam-jam berorasi, perwakilan warga diterima oleh Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP, Juanda SH. Juanda menyatakan bahwa keputusan pembongkaran masih menunggu arahan dari pucuk pimpinan.

Baca Juga  TP PKK Siantar Gelar Rapat Persiapan Monitoring Desa Terkait Tertib Administrasi

“Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP, Bapak Budi Limbong, sedang menghadiri rapat. Mengenai masalah pembongkaran ini, masih dalam pembahasan internal Pemkab Asahan. Mohon bersabar menunggu hasil keputusannya,” jelas Juanda kepada massa.

Tidak puas dengan jawaban tersebut, massa bergerak menuju Kantor Bupati Asahan di Jalan Jenderal Ahmad Yani.
Aksi orasi kembali dilanjutkan di depan kantor bupati.

Salah seorang warga, Liana, mengungkapkan kecurigaannya terhadap adanya intervensi atau suap yang menghambat proses pembongkaran.

“Apakah Pemkab Asahan takut, atau mungkin telah disuap oleh pihak Yayasan Maitreyawira? Mengapa tembok yang menutup jalan kami selama puluhan tahun ini sulit sekali dihancurkan?” teriaknya.

Yusrizal Dahlan menambahkan kekhawatiran masyarakat akan potensi konflik berkepanjangan jika masalah ini terus berlarut-larut.

“Jangan sampai terjadi gesekan fisik antara warga Jalan Setia dengan pihak Yayasan. Kami khawatir akan timbul konflik yang tak berkesudahan jika tembok ini tidak segera dibongkar,” tegasnya.

Karena tidak ada pejabat tinggi yang segera menemui, massa sempat mencoba memaksa masuk ke dalam gedung.

Baca Juga  Bupati Palas dan Wakil Bupati Paluta Angkat Jempol, Tradisi Kebaikan Keluarga Pendiri ALS Terus Hidup untuk Jamaah Haji

Upaya ini dihalangi oleh petugas Satpol PP yang berjaga. Bentrokan fisik pun tak terhindarkan, melibatkan aksi saling dorong dan pukul. Situasi baru mereda setelah aparat kepolisian dari Polres Asahan segera turun tangan untuk melerai dan mengamankan keadaan.

Akhirnya, massa diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Asahan, Zainal Arifin Sinaga. Di hadapan warga, Sekda berjanji akan segera mengambil tindakan.

“Mohon tunggu waktu seminggu. Kami akan segera menggelar rapat dengan Bupati Asahan dan semua pihak terkait untuk membahas isu ini. Kami menyadari ini adalah masalah rumit yang melibatkan yayasan sekolah dengan masyarakat. Kami harus sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan. Yakinlah, dalam waktu seminggu, kami akan memanggil semua pihak untuk mencari solusi,” janji Sekda.

Mendengar janji tersebut, massa akhirnya bersedia membubarkan diri. Namun, mereka memberikan ultimatum terakhir.

“Kami akan menunggu hasilnya minggu depan. Jika tidak ada kejelasan atau eksekusi, kami akan datang kembali dengan jumlah massa yang jauh lebih besar,” tutup Yusrizal Dahlan.(Red)