Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

PSBD Asahan ke-6: Lebih dari Budaya, Panggung Kolaborasi Vokasi dan Ekonomi Digital

2 min read

 

Asahan | Intipos.com – Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) ke-6 tahun 2025 di Asahan menandai sebuah evolusi signifikan. Alih-alih hanya berfokus pada pelestarian tradisi, festival tahun ini berhasil menjadi titik temu berbagai sektor untuk mendorong masyarakat yang berdaya dan melek teknologi.

 

Inisiatif utama meliputi edukasi ekonomi, peningkatan keterampilan vokasi, dan pameran produk lokal.

Inovasi yang paling menonjol adalah Festival Sisi Batas Labuhan, sebuah gagasan dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Pematang Siantar. Kegiatan ini memadukan edukasi keuangan dengan nuansa budaya, mencakup sosialisasi masif tentang penggunaan QRIS, pelatihan literasi finansial, dan etalase bagi produk UMKM unggulan daerah.

 

Langkah ini dilakukan BI untuk mempercepat inklusi keuangan dan adaptasi digital di tengah masyarakat.

 

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ini.

 

Baca Juga  Walkot Wesly Hadiri Pelantikan Apel Kebangsaan GAMKI Siantar

Ia menilai bahwa menyajikan materi ekonomi di tengah ruang publik budaya adalah strategi yang efektif.

 

“Festival ini mempertemukan esensi budaya kita dengan literasi ekonomi yang sangat dibutuhkan. Dengan menguasai teknologi pembayaran seperti QRIS, masyarakat kita membuktikan bahwa mereka mampu bergerak maju tanpa meninggalkan nilai-nilai adat,” jelas Bupati.

 

Menurutnya, kegiatan semacam ini semakin menegaskan bahwa PSBD adalah wahana vital bagi kolaborasi antara pelestarian identitas lokal dan upaya pemberdayaan ekonomi.

 

Perubahan fokus PSBD ke-6 juga terlihat jelas melalui pelaksanaan Pekan Vokasi.

Diselenggarakan melalui kemitraan antara Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, acara ini digelar di Joglo Pujakesuma Kisaran.

 

Pekan Vokasi hadir dengan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, di antaranya Shortclass Barista dan program magang khusus bagi lulusan perguruan tinggi. Tujuannya jelas: meningkatkan kompetensi dan menciptakan wirausahawan muda di Asahan.

Baca Juga  Walkot Wesly Saksikan Atmosfer Laga Timnas Indonesia Vs Myanmar

Wakil Bupati Asahan, Rianto, menekankan bahwa peran PSBD telah meluas.

 

“PSBD kini bukan hanya panggung seni, tapi juga sarana vital untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kita menuju Asahan yang berdaya, berbudaya, dan kompetitif,” tegas Wakil Bupati.

 

Sebagai pelengkap, PSBD ke-6 juga menampilkan Pameran UMKM lokal, layanan publik terpadu dari berbagai OPD, serta pameran teknologi pertanian modern, termasuk produk kultur jaringan dari PT Hijau Surya Asahan.

 

Pemerintah Kabupaten Asahan mengajak seluruh masyarakat untuk hadir menyaksikan keberagaman seni dari 14 etnis yang tampil di Lapangan PSBD Kisaran, mulai 4 hingga 19 Oktober 2025, dan merasakan semangat kebersamaan dalam perayaan kolaborasi ini.( Intipos RS)