Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Keluarga Korban Longsor Desa Marjanji Aceh Terima Bantuan Pemkab Asahan

2 min read

 

Asahan | Intipos.com – Keluarga dari ke 4 korban longsor yang terjadi beberapa pekan lalu di Desa marjanji Aceh Kecamatan Aek Songsongan menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bertempat di Aula Kantor Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Rabu, (24/9/2025).

 

Penyerahan bantuan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Pemerintah Kabupaten Asahan. Santunan sebesar Rp15 juta diberikan kepada tiga korban meninggal dunia, yakni Roni Siahan dan Aprizal Siagian dari Desa Marjanji Aceh serta Safen dari Desa Pulau Raja, sementara korban kritis, Edi Triono, menerima santunan Rp5 juta disertai bantuan pangan dan sandang.

Baca Juga  Pemprov Sumut Siap Tindaklanjuti Hasil Reses DPRD, Usulan Masyarakat Diprioritaskan Berdasarkan Urgensi

 

Bupati Asahan yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Asahan, Mohammad Azmy Ismail, AP., M.Si, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah turut merasakan duka yang dialami keluarga korban. “Pemerintah Kabupaten Asahan mengucapkan turut berduka cita dan berbela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ucapnya.

 

Azmy menambahkan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap masyarakat yang terkena bencana. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga korban serta menjadi penguat semangat bagi mereka. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan doa khusus untuk kesembuhan Edi Triono. “Semoga saudara Edi Triono segera pulih dari kondisi kritis dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ungkapnya.

Baca Juga  Operasi Antik Toba 2026, Satnarkoba Polresta Deliserdang Amankan 78 Tersangka

 

Selanjutnya, Azmy menginstruksikan Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Asahan untuk melakukan pemetaan serta analisis wilayah rawan bencana. Menurutnya, langkah antisipatif sangat penting dilakukan sejak dini agar potensi kerawanan dapat dipetakan dan risiko bencana dapat diminimalisir. “Pemetaan wilayah akan membantu kita mengambil langkah cepat, sehingga kejadian serupa bisa dicegah di masa mendatang,” pungkasnya.(Intipos.RS).