Hari Kedua Revalidasi, Asesor UNESCO Ingin Masyarakat Tahu Betapa Spesialnya Danau Toba
2 min read
Asesor UNESCO Ingin Masyarakat Tahu Betapa Spesialnya Danau Toba
SAMOSIR | Intipos.com – Memasuki hari kedua revalidasi UNESCO Geopark Kaldera Toba, tim asesor meninjau sejumlah geosite yang ada di Samosir. Pada kesempatan ini, asesor Prof Jose Brilha dan Dr Joen Yongmun mengungkapkan pentingnya pemahaman masyarakat betapa spesialnya Danau Toba.
Menurut Jose Brilha, pemahaman ini menjadi kunci melestarikan Geopark Kaldera Toba, terutama generasi muda setempat, mereka perlu sadar tinggal di tempat yang spesial. Masyarakat perlu memahami Kaldera Toba merupakan kombinasi warisan geologi, alam dan budaya yang sangat berharga.
“Kalian perlu tahu di seluruh buku geologi ada tentang Danau Toba, sehingga dikenal di seluruh dunia, dan kalian tinggal di situ, di tempat yang spesial, kalian harus bisa melindunginya dan mewariskannya ke generasi selanjutnya,” kata Jose Brilha kepada siswa-siswi SMKN 1 Simanindo, Samosir, Rabu (23/7).
Di Samsosir tim asesor UNESCO Jose Brilha dan Jeon Yongmun juga meninjau Batu Siallagan, Huta Raja dan Pusat Informasi Sigulati. Keduanya terkesan dengan sejarah yang disampaikan pengelola geosite tersebut sekaligus memberikan masukan bagi pengelola sampai papan informasi.
“Pemmahaman pengelola atau pemandu perlu diperdalam agar memberikan informasi yang tepat, kita juga perlu menggunakan bahasa yang lebih sederhana (di papan informasi) agar lebih mudah dipahami, menggunakan kartun agar untuk anak-anak agar menarik dan mudah dipahami” kata Brilha.
Menurut Tenaga Ahli Geologi Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) Lismawati, tujuan geopark salah satunya adalah untuk edukasi. Sasaran pendidikan ini adalah anak-anak dan generasi muda, sehingga beberapa sekolah memasukkan Geopark Kaldera Toba ke dalam kurikulum.
“Karena itu ada beberapa sekolah di kawasan Danau Toba yang memasukkan Geopark Kaldera Toba ke dalam kurikulum, namun tentu kita perlu melakukan yang lebih maksimal lagi,” kata Lismawati.
Sekretaris Dewan Pengarah BP TCUGGp Dikky Anugerah menjelaskan, asesor UNESCO bukan untuk memeriksa atau mengaudit, tetapi memberikan masukan dan Arah. Pengelolaan geopark ini menurutnya dilakukan dari waktu ke waktu agar terus semakin baik.
“Mereka (asesor) mengatakan tidak ada geopark yang sempurna, karena itu kami terus melakukan perbaikan, konsepnya berkelanjutan menjadi kunci dari penataan geopark ini,” kata Dikky.
Hari terakhir, Kamis (23/7) tim asesor UNESCO akan mengunjungi Simalem Resort, Air Terjun Sipisopiso dan Silalahisabungan. Setelah itu tim beserta rombongan akan bergerak ke Kota Medan sebagai penutup kegiatan revalidasi Geopark Kaldera Toba. (RR)
