Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

STQH XIX Tingkat Sumut 2025, Tidak Hanya Menghafal Hadis

2 min read
STQH XIX Tingkat Sumut 2025, Tidak Hanya Menghafal Hadis

 

DELISERDANG | Intipos.com – Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) XIX tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hari kedua, Jumat (13/6/2025) masih berlanjut. Selain cabang baru Karya Tulis Ilmiah Hadits (KTIH) yang diperlombakan, ternyata ada yang baru dari cabang Hafalan Hadis sejak digulirkan lima tahun silam.

Ketua Dewan Hakim STQH XIX Sumut 2025 untuk cabang Hafalan Hadis, Prof Nawir Yuslim menjelaskan setidaknya hampir 60 peserta putra putri dari dua katagori yakni 100 hadis dengan syarah (tafsir) dan 500 hadis tanpa syarah, yang ikut berasal dari berbagai daerah dan usia remaja hingga dewasa.

Dari pengalaman pelaksanaan STQH yang telah berlangsung sejak 2019, 2021 dan 2023 ini, baru tahun ini ada perlombaan Hafalan Hadis dengan syarah atau penjelasan (syarah). Sehingga peserta yang ikut, tidak sekedar menghafal, namun mampu memberikan pemahaman mendalam tentang pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.

“Ya, pada tahun ini kita tambah (hafalan Hadis) dengan syarah atau tafsir. Jadi ada uraian isi dari hadits. Dan ini menjadi dorongan semangat agar anak-anak memahaminya dengan baik,” ujar Nawir didampingi dewan hakim Salman Abdullah Tanjung dan Thohir Ritonga di Gedung Roha Center, kawasan Astaka, Jalan Williem Iskandar, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

Baca Juga  Layanan Kesehatan Masyarakat Nias Utara Semakin Baik, Pemprov Sumut Terus Dorong Optimalisasi Sejak 2019

Sebagai sumber hukum dalam Islam setelah Alquran lanjut Nawir, Hadis menurutnya juga penting digaungkan sebagai petunjuk dalam kehidupan. Mengingat keutamaannya, karena berisi ajaran tauhid dan akidah. Terutama tentang akhlak, sebagaimana tuntutan Rasulullah Muhammad SAW.

“Jadi hadis itu sifat dan keinginan itu Bayyan, atau penjelas terhadap Alquran. Maka mengatur secara operasional dan rinci, baik itu tata cara ibadah hingga pergaulan dengan sesama manusia. Itu kita temukan di dalam hadis, dimana ini sangat membantu sekali untuk membina akhlak remaja kita. Di samping juga doa-doa, serta rincian akidah dan ibadah,” jelas Nawir.

Sehingga dengan lomba ini lanjut Nawir, peserta tidak hanya sekedar menghafal hadis saja, tetapi juga harus mampu mensyarah. Artinya para generasi muda ini harus sudah memahami maknanya, selain dari amalan zikir dan doa. “Mereka (peserta) memahami pesan-pesan itu (hadis). Hingga bisa menjelaskan ketika ditanya tentang pemaknaan. Bahkan bisa mejelaskan (mensyarah) dalam konteks kekinian,” jelas Nawir.

Baca Juga  Ekonomi Masyarakat Nias Utara Terdongkrak dari Rumput Laut, Wagub Surya Dorong Hilirisasi

Dari cabang Hafalan Hadis ini, Nawir berharap musabaqah untuk Hadis bisa lebih digaungkan sebagaimana perlombaan tentang Alquran yang selama ini sudah ada. Sebab sabdanya, Rasulullah menggaransi bahwa sepanjang manusia menganut tegus kepada Alquran dan Hadis, maka tidak akan salah dan tidak sesat.

“Jadi kita menghargai anak-anak kita dengan memahami hadis dan mengamalkannya, mereka tidak akan salah, sesat dan salah dalam hidupnya. Dan ini bisa digaungkan di masa mendatang, bahwa pemahaman tentang hadits, dalam kehidupan manusia sangatlah penting,” tutupnya.

Selain Hafalan Hadis, gelaran STQH juga berlangsung untuk perlombaan cabang lainnya. Seperti Tilawah Alquran di Lapangan Astaka Pancing yang berjalan sejak pagi hingga sore. Perlombaan berlangsung sejak 11 Juni hingga 16 Juni 2025. (RR)