Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

3M Berjalan di Tebingtinggi Namun Sekolah Tatap Muka Masih Ditunda

2 min read

INTIPOS | TEBING TINGGI – Meski secara umum kesiapan 3M di Kota Tebingtinggi Propinsi Sumatera Utara sudah berjalan namun walikota setempat belum berani mengizinkan sekolah dibuka kembali.

Rencana semula Kegiatan pembelajaran tatap muka di kota tersebut dapat dimulai Senin 4 Januari 2021. Namun walikota masih mengkhawatirkan dampaknya sehingga pemerintah kota tidak mau mengambil resiko.

Kepada wartawan di Balai Kota Tebingtinggi Senin (04/01/21) pagi Walikota Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM mengakui meski penegakan disiplin 3M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan protokol kesehatan sudah berjalan namun belum menjamin sepenuhnya aman untuk kembali membuka sekolah tatap muka.

“Ada 2 alasan sehingga pelaksanaan pembelajaran tatap muka mengalami penundaan. Alasan pertama sesudah kita evaluasi pasca kegiatan Natal dan Tahun Baru ternyata terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

baca juga : Pangdam III/Siliwangi Tanda Tangani MoU Kerjasama Dengan Pemda Subang Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Berdasarkan data yang ada pada tanggal 22 Desember 2020 lalu jumlah kasus terkonfirmasi positif ada 7 orang dan pada Senin (04/01/21) sudah mencapai 20 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Jadi lonjakannya cukup tinggi sehingga mengkhawatirkan, katanya.

Baca Juga  Mantap ! Polda Sumut Gagalkan Peredaran 72Kg Sabu dan 151Kg Ganja Kering

Upaya semaksimal mungkin sudah dilakukan, tetapi ternyata virus ini berkembang dari orang-orang yang melakukan perjalanan, baik warga Tebingtinggi maupun warga luar kota ini.

“Peningkatan terjadi pada penularan kepada keluarga-keluarga yang ada di Tebingtinggi, sehingga saat ini menimbulkan klaster keluarga, ini sangat mengkhawatirkan,” jelasnya.

Sedang alasan kedua bahwa Pemerintah Provinsi Sumut, memberikan warning agar jangan membuka PTM dulu. Karena di Sumut Covid-19 ini masih cukup tinggi, dan akan melakukan evaluasi ke daerah-daerah tentang kesiapan daerah, ujar Wali Kota.

baca juga : https://siberindo.co/04/01/2021/lawan-main-gisel-di-video-19-detik-pasrah/

Kita sudah melakukan evaluasi dan telah selesai mengevaluasi terhadap sekolah-sekolah yang selanjutnya kita laporkan ke Tim Supervisi Sumut, jelas Wali Kota.

Baca Juga  Rp158 Miliar Digelontorkan, Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang Mulai Diperbaiki Tahun Ini

Itulah alasanya kita tunda, namun kalau PTM itu dilaksanakan bukanlah sifatnya normal seperti biasa, tetapi hanya dilakukan secara darurat, hanya 3 jam saja bersekolah.

Hasil dari evaluasi yang sudah dilakukan Tim Verifikasi terhadap sekolah, masih ada 10 sekolah yang harus melakukan perbaikan sebelum diberikan ijin. Dan ada juga warning yang kita berikan karena ada beberapa sekolah yang gurunya terkena Covid-19. Jadi kami tidak akan mengijinkan sekolah-sekolah yang gurunya terkena Covid karena itu bisa menularkan kepada anak didiknya.

Wali Kota juga akan melakukan peneguran bagi sekolah swasta yang melakukan ‘curi-curi waktu’ untuk membuka sekolahnya, ini adalah keputusan kita bersama. Kita harus melakukan kerja keras untuk menekan angka penularan Covid-19 ini. (intipos/red)