12 Januari 2026

Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Sembilan Desa di Aceh Tamiang Terisolasi, 95 Persen Rumah Hanyut Dihantam Banjir Bandang

2 min read
Relawan Bikers Binjai Peduli, Mardy Vixion dan Tim menyalurkan bantuan korban banjir

Relawan Bikers Binjai Peduli, Mardy Vixion dan Tim menyalurkan bantuan korban banjir

Aceh Tamiang, Intipos.com— Banjir bandang yang melanda Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang terisolir, meninggalkan kerusakan dahsyat dan membuat sembilan desa sepenuhnya terisolasi. Para relawan kemanusiaan menyebut kondisi di wilayah itu sebagai “bencana besar yang menghapus perkampungan hanya dalam hitungan jam.”

Sembilan desa yang masih terisolir hingga Minggu (7/12/2025) adalah Desa Serba, Sunting, Rantau Bintang, Alur Jambu, Perkebunan Alur Jambu, Pengidam, Blang Kandis, Bengkelang, dan Batang Ara. Derasnya arus banjir yang membawa lumpur dan material dari hulu menyebabkan sebagian besar kawasan itu hilang dari permukaan tanah.

“Ketinggian air mencapai sepuluh meter, dan ketika surut, yang tersisa adalah lumpur tanah liat setinggi sekitar tiga meter. Saat banjir melanda, yang terlihat hanya pucuk pohon sawit,” kata Mardy Vixion, relawan Bikers Binjai Peduli, saat mengirimkan laporan lapangan kepada media.

Menurut kesaksian relawan, sekitar 95 persen rumah warga hanyut atau tertimbun lumpur. Rumah-rumah yang selamat—diperkirakan hanya lima persen—berada di dataran lebih tinggi dan kini difungsikan sebagai posko darurat bagi warga yang bertahan. “Banyak rumah tertimbun tanah sampai setinggi atap. Seperti kuburan massal. Semua harta benda dan ternak warga hilang,” ujar Mulkan, Ketua Pemuda Desa Serba yang turut mengawal tim relawan.

Akses Terputus

Kerusakan infrastruktur juga sangat parah. Jembatan utama menuju kawasan itu hanyut, memutus akses satu-satunya jalur masuk. Rute darat kini hanya dapat ditempuh dengan memutar jauh melalui Kecamatan Pulau Tiga.

Tim relawan hanya mampu menembus Desa Serba, itu pun sampai posko terdekat di rumah salah satu warga yang berada di ketinggian. Jalan menuju lokasi dipenuhi lumpur setebal sepuluh sentimeter dan sangat licin.

“Sepeda motor beberapa kali terjatuh. Semakin ke dalam, lumpurnya makin tinggi,” kata Mardy.

Situasi di desa-desa ini juga diperburuk dengan putusnya listrik dan hilangnya jaringan komunikasi. Warga tidak mengetahui tanggal atau hari karena terisolasi sepenuhnya. Pada malam hari, seluruh kawasan gelap gulita.

“Setiap orang yang keluar dari area itu tubuhnya dipenuhi lumpur dari kepala sampai kaki,” tutur Agung, relawan KVRC yang membantu sebagai penunjuk jalan.

Warga Mendesak Bantuan: Logistik, Tenaga Medis, dan Alat Berat Diperlukan

Para relawan meminta penyebaran informasi ini secara luas agar bantuan dapat segera menjangkau sembilan desa yang masih terisolasi. Bantuan logistik, tenaga medis, alas tidur, serta alat berat untuk pembersihan lumpur menjadi kebutuhan mendesak.

“Ini situasi kemanusiaan yang akut. Mohon bantuan kepada semua relawan dan pihak-pihak yang memiliki sumber daya,” ujar Mardy.

Dokumentasi foto dan video dari para relawan menunjukkan kondisi desa-desa yang rata dengan lumpur, rumah-rumah yang hilang, serta warga yang bertahan di posko darurat dengan persediaan terbatas.

Kontak Bantuan

Relawan membuka pusat informasi dan jalur komunikasi untuk koordinasi bantuan dan donasi:

Mardy Vixion — Relawan Bikers Binjai Peduli
WA: 0852-6110-3444
Rekening donasi (BRI): 0238-01004873-539 a.n. Mardiatos Tanjung

Bang Mulkan — Ketua Pemuda Desa Serba
Kontak keluarga: 0822-7781-5749

Agung — Relawan KVRC, penunjuk jalan lokal
0812-6224-2522 Para relawan mengajak seluruh elemen masyarakat dan lembaga kemanusiaan untuk bergerak bersama. “Salam kemanusiaan, salam satu aspal,” tulis Mardy dalam pesannya. (Red)