Pimpin Apel Terakhir, Sekdaprov Arief S Trinugroho Sebut Sumut Barometer Kesuksesan Pilkada Serentak
2 min read
Sekdaprov Arief S Trinugroho Pimpin Apel Terakhir
MEDAN | Intipos.com – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Arief S Trinugroho memimpin apel pagi, Senin (25/11) di Lapangan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan. Ini merupakan apel terakhir Arief S Trinugroho sebagai ASN, karena beberapa hari lagi akan memasuki masa purnabakti.
Pada kesempatan ini, Arief mengingatkan kembali kepada seluruh ASN, Sumut merupakan salah satu barometer keberhasilan Pilkada di Indonesia. Terdapat 10.771.496 jiwa pemilih yang telah terdaftar di KPU Sumut, dan ini merupakan yang terbesar keempat di Indonesia.
“Sumut tentu akan menjadi sorotan dan barometer suksesnya Pilkada 2024 secara nasional, karena heterogennya masyarakat kita dan jumlah DPT terbesar keempat,” kata Arief sambil memimpin apel.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi Sumut dan memiliki kerawanan tersendiri, sehingga perlu perhatian, antisipasi dan juga kerja keras pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik memiliki peran besar memastikan Pilkada kali ini berjalan dengan baik.
Ada beberapa pesan Arief kepada ASN pada Pilkada kali ini, antara lain bersikap netral, tidak terlibat politik praktis, menjalankan tugas pokok, menjaga integritas dan profesionalisme. Kemudian tidak memanfaatkan fasilitas negara untuk mendukung atau merugikan kandidat tertentu dan menghindari kegiatan yang mengarah pada keberpihakan.
“Saya tegaskan, keterlibatan ASN dalam politik praktis dan berpihak adalah pelanggaran serius kode etik dan undang-undang yang berlaku, untuk itu kepada OPD saya minta pernyataan tegas pada ASN yang tidak netral, apabila ada yang tidak netral silakan laporkan dan proses sesuai peraturan yang berlaku ,” tegas Arief.
Terakhir, Arief mengajak seluruh ASN untuk hadir ke TPS dan memberikan suara untuk memilih pemimpin baik calon gubernur, bupati, dan walikota. Partisipasi ASN dalam memberikan suara di TPS menurutnya akan memberikan dampak besar dalam menentukan calon pemimpin.
“Bukan hanya untuk menentukan calon pemimpin, tetapi wujud kepedulian kita terhadap keberlangsungan demokrasi di Indonesia dan pembangunan daerah kita,” kata Arief
Diketahui, masa dinas Arief sebagai PNS telah memasuki usia 34 tahun, dimulai dari CPNS untuk eselon 5 pada masa itu, kemudian naik hingga terakhir menjadi jabatan eselon I. Mulai dari Kemendagri, berlanjut ke Pemerintah Provinsi (Pemprov), berpindah ke Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dan terakhir kembali ke Pemprov Sumut, sebagai Sekdaprov. (RR)
