Pengamat Ajak Warga Medan Lebih Awal Beralih ke Siaran TV Digital
3 min read
Medan|| Intipos.com __ Pengamat komunikasi publik Sumatera Utara (Sumut) H M Ayub mengajak seluruh warga propinsi ini terutama warga Kota Medan, jangan sampai menunggu siaran televisi (TV) analog dihentikan, segera saja beralih ke TV digital.
“Kota Medan sebagai ibukota Propinsi Sumut berada pada tahap kedua Program ASO bersama beberapa kabupaten kota lainnya hingga 25 Agustus 2022. Namun warga jangan fokus pada tanggal itu, lebih awal lebih bagus. Beralih la ke siaran TV digital,” ujar Ayub di Medan, Senin (20/6/22).
Mantan Sekretaris Dinas Kominfo Sumut ini mengemukakan sebagaimana ajakan pemerintah peralihan lebih awal membawa banyak manfaat, salah satunya langsung mendapatkan siaran berkualitas daripada siaran TV Analog.
“Salah satunya adalah kualitas tayangan yang bersih, jernih dan canggih. Dari sisi kuantitas tayangan, siaran TV Digital lebih beragam,” ujarnya seraya juga mengajak warga lainnya di tahap 2 ASO juga sebaiknya segera beralih yaitu tahap kedua meliputi Sumatera Utara – 1 yaitu Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Medan, Kota Binjai dan Kota Tebing Tinggi.
Dikemukakan sekalipun batas akhir penghentian siaran TV Analog pada 2 November 2022 sebagaimana amanat UU Cipta Kerja Pasal 72 Angka 8, masyarakat perlu memperhatikan tanggal-tanggal tahapan penghentian.
Penghentian berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga atau paling akhir 2 November 2022.
“Ada baiknya masyarakat mengetahui kapan daerahnya mulai beralih ke sepenuhnya siaran TV Digital,” ujarnya.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk mulai merasakan manfaat TV Digital dan beralih mulai sekarang tanpa perlu menunggu waktu penghentian siaran TV Analog.
“Sekarang hal penting berikutnya, bantu sosialisasi ke masyarakat. Tidak perlu tunggu sampai ASO. Sekarang pun sudah bisa melihat siaran TV Digital. Silakan coba sekarang. cek TV-nya masing-masing, TV yang sudah bisa menangkap siaran DVBT2 atau bukan? Ada TV yang layarnya digital, seperti digital, tetapi belum ada alat untuk menangkap siaran DVBT2. Jadi pertama cek TV-nya,” katanya mengutip penjelasan Kemenkominfo.
Sederet manfaat yang tersaji dalam siaran TV Digital berpeluang menjadikan media televisi lebih kompetitif di saat maraknya media informasi berbasis internet.
Hal baru yang tidak didapatkan di TV analog, adalah EWS (Early Warning System).
Fitur ini berfungsi memberikan peringatan dini melalui tv yang terintegrasi dengan radio atau telepon tentang adanya bencana di kawasan tempat tinggal.
Satu hal penting yang perlu diketahui masyarakat luas terkait siaran TV Digital bahwa beralih ke TV Digital itu mudah dilakukan. Tidak perlu mengganti antena televisi.
Hal itu dapat diperoleh dari informasi di Kementerian Kominfo begitu berbagai pertanyaan seperti siaran TV Digital itu berbayar? Menggunakan kuota internet? Pakai parabola? Langganan berbayar? Semuanya salah. Siaran TV Digital itu gratis. Antenanya yang sekarang digunakan. Tidak perlu diganti.
Kalau TV masih analog tinggal ditambahkan dekoder atau STB. Harganya bervariasi antara 200 ribu-350 ribu. Sekarang dengan adanya internet, bisa beli online di marketplace atau di ritel toko elektronik.
Bagi yang sudah merasakan manfaat siaran TV Digital, silakan mengajak kerabat, teman atau tetangga untuk beralih ke TV Digital.
Sekali lagi tidak perlu menunggu penghentian siaran TV Analog.
Ingat siaran TV Digital itu gambarnya benar-benar bersih dan suaranya canggih. Jadi bila gambarnya masih sama dengan sebelumnya, bisa dipastikan siaran TV digital belum tertangkap. (Zul)
#ASO #analogswitchoff #TVdigital #siarandigitalindonesia #ASO2022
