Anggota FKDM Sumut ‘Warning’ : Ingat 2 November 2022 TV Analog Stop
3 min read
Medan || Intipos.com __ Masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) diingatkan jangan sampai lalai atau lengah dalam mengikuti perkembangan siaran pertelevisian dan harus ingat siaran televisi (TV) analog akan dihentikan mulai 2 November 2022.
“Masyarakat jangan lalai. Mari kita mencoba siaran TV digital sekarang dan jangan tunda-tunda lagi. Kualitas tayangan TV digital lebih bersih gambarnya, jernih suaranya dan canggih teknologinya. Ingat tak lagi siaran analog akan distop,” ujar Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sumut Zulfikar di Medan, Jumat (17/6).
Dikemukakan selalu anggota forum kewaspadaan dini yang merupakan salah satu forum strategis bentukan Pemprov Sumut dengan Keputusan Gubernur Sumut pihaknya tetap mengikuti perkembangan migrasi penyiaran televisi terestrial dari teknologi analog ke teknologi digital atau Analog Switch Off(ASO) ini.
Oleh sebab itu kepada masyarakat diingatkannya agar juga memahami program ini secara baik dan benar karena Program Analog Switch Off (ASO) atau penghentian siaran televisi analog menuju siaran televisi digital ini untuk mendukung digitalisasi penyiaran nasional yang berkualitas.
“Dari media yakni dari pemberitaan acara bimbingan teknis (Bimtek) Penggunaan Penerapan Perangkat TV Digital dan Set Top Box (STB) dalam Pelaksanaan ASO (Analog Switch Off) yang berlangsung secara virtual, Kamis 16 Juni 2022 kembali terungkap tegas bahwa sampai tanggal 2 November 2022 penggunaan TV Analog akan dihentikan,” ujarnya.
Untuk itu pemaparan Staf Khusus Kemkominfo Rosarita Niken Widiastuti saat membuka Bimtek tersebut mengatakan pentingnya beralih ke TV digital hendaklah disikapi secara bijak dan konkrit.
“Ibu Niken sudah memaparkan banyak sekali urgensi atau pentingnya kita beralih dari TV analog ke TV digital. Pertama tentu untuk masyarakat akan mendapatkan siaran yang lebih bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya, banyak programnya,” kata Niken.
“Ibu Niken menaparkan biasanya laporan dari berbagai daerah mereka hanya bisa menyaksikan 6 chanel TV tetapi kemudian setelah beralih ke siaran TV digital mereka bisa nonton lebih dari 20 kanal TV,” sambungnya.
Selanjutnya untuk efisiensi frekuensi, jika siaran TV analog ini, satu stasiun TV membutuhkan 1 frekuensi padahal TV di Indonesia itu jumlahnya kurang lebih 700. Berarti butuh 700 frekuensi.
Jika TV digital satu frekuensi hanya atau bisa digunakan 6 sampai 12 TV, jadi memang sangat efisien, jadi sisanya bisa digunakan untuk broadband, kalau selama ini untuk broadcasting kemudian untuk broadband.
Jadi broadband untuk peningkatan teknologi 5G untuk perluasan akses internet dan lain sebagainya, sambung kata Rosarita, jadi banyak hal yang bisa digunakan dengan adanya teknologi 5G karena banyaknya frekuensi tidak menjadi masalah sehingga masyarkat bisa menjadi konten kreator untuk mengisi stasiun TV digital ini.
Selanjutnya untuk Set Top Box, masyarakat tidak perlu menunggu sampai 2 November 2022, silahkan membeli STB secara mandiri.
Sedangkan untuk masyarakat miskin akan mendapatkan STB yang merupakan bantuan dari penyelenggara MUX (penyelenggaran multiplexing).
“Penyelenggara MUX adalah stasiun-stasiun TV besar nasional tetapi tidak semua TV nasional itu penyelenggara MUX. Jadi Ada kurang lebih 11 stasiun TV penyelenggara MUX yang berkomitmen memberikan Set Top Box secara gratis kepada rumah tangga miskin,” ucap Rosarita.
Apabila masih kurang pemerintah akan menambahkannya. “Jadinya kami mengimbau untuk masayakat secara mandiri bisa membeli Set Top Box yang telah tersertifikasi atau yang sudah lolos laik operasi dari Kominfo,” imbuhnya.
Oleh sebab itu anggota FKDM Sumut Zulfikar mengingatkan masyarakat jangan lalai dan menunda-nunda melainkan mulai sekarang beralihlaj dari siaran TV analig ke siaran TV digital (zul)
#ASO #analogswitchoff #TVdigital #siarandigitalindonesia #ASO2022
