Wartawan Terbukti Peduli Lindungi dan Prokes
3 min read
INTIPOS | Medan – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pemprov Sumut turun langsung menggaungkan peduli lindungi dan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat dengan membagikan ribuan masker dan hand sanitizer di Kabupaten Samosir.
Kegiatan ini menambah bukti bahwa wartawan bukan hanya piawai menulis berita, melainkan memiliki empati dan kepekaan sosial tinggi, serta mendukung program-program strategis pemerintahan dan kemasyarakatan.
Tanggap peduli itu terutama dalam menggencarkan disiplin 5 M yaitu budaya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas serta ubah laku prokes tetap berjalan baik.
Wajar kegiatan di kawasan wisata bagian Kaldera Toba Propinsi Sumatera Utara pada Rabu (1/12/21) ini mendapat apresiasi banyak pihak. Kegiatan ini mendapat respon dan difasilitasi oleh Dinas Kominfo Propinsi Sumatera Utara.
Selain itu aksi sosial pers ini juga memberikan sinyal bahwa wartawan tidak sekedar memotivasi masyarakat mendukung prokes menjelang hari besar Natal dan Tahun Baru (Nataru), melainkan bergerak langsung. Hal ini memberi pemahaman sekecil apapun aksi sosial itu akan memberi makna besar bagi masyarakat.
Jadi tidak heran jika Gubsu Edy Rahmayadi maupun Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom saat menerima rombongan wartawan yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut diwakili Kabid Harvina Zuhra memberi apresiasi atas bakti sosial pers ini.
Hakekat kegiatan ini bukan sekedar bakti sosial melainkan juga ikut mendukung sosialisasi disiplin prokes dan pemahaman peduli lindungi. Apalagi para jurnalis juga singgah di sejumlah sekolah membantu edukasi prokes sehingga pelajar dapat menjadi contok disiplin prokes dan ubah laku.
Dirangkai pula dengan bakti sosial; membagikan masker dan hand sanitizer. Baik ke sekolah-sekolah hingga sejumlah titik keramaian di kota Pangururan juga ke tempat-tempat ibadah.
Jadi jelas kegiatan yang diinisiasi Dinas Kominfo Sumut ini membawa pesan Gubernur dan Wakil Gubernur, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, bahwa ‘Obat Covid’ paling mujarab adalah selalu mematuhi prokes. Yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Apalagi saat ini kita berada dalam ancaman gelombang ketiga seperti yang tengah dihadapi negara-negara di Eropa. Jadi perlu terus diingatkan terutama jelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Indonesia masih berada dalam bayang-bayang virus Corona varian baru.
Diharapkan kegiatan peduli langsung pers seperti ini lebih banyak lagi dilakukan kalangan pers dan semoga didukung banyak pihak, sebagaimana dikemukakan Bupati Samosir Vandiko Timoteus Gultom yang sangat mengapresiasi kegiatan dimaksud.
Tentunya kegiatan seperti ini tidak sekedar seremonial belaka melainkan membentuk atmosfir yang sehat antara kerjasama insan pers dengan komponen strategis masyarakat sehingga dapat menjadi jembatan aspirasi masyarakat dan pemerintah. Terlebih semakin mempopulerkan Kaldera Toba ke seantero dunia.
Jadi jelas bahwa jurnalis juga merupakan salah satu garda terdepan dalam mengomunikasikan kebijakan dan perkembangan COVID-19 kepada masyarakat.
Peliputan media di lapangan cukup rentan berpotensi terpapar COVID-19. Kita menginginkan wartawan sehat dan aman dalam setiap peliputan termasuk peliputan COVID-19 sekaligus wartawan menjadi contoh peduli lindungi itu.
Dengan sinergi dan kerjasama yang terjalin baik selama ini antara pemerintah dan pers menandakan bahwa ada kebersamaan untuk mendukung setiap program pembangunan yang dicanangkan pemerintah.
Dengan kata lain wartawan juga harus menerapkan prokes sekaligus ikut mengampanyekan bersama masyarakat untuk senantiasa menjalankan prokes dimana saja baik di lingkungan kerja maupun di tempat umum. Wartawan harus juga jadi agen perubahan sikap waspada covid dan taat prokes. (Zulfikar)
Penulis : Zulfikar Tanjung
