Prokes dan Ubah Laku Pilar Kejuaraan Cabor Kota Medan
3 min read
INTIPOS | Medan – Disiplin protokol kesehatan (prokes) dan prinsip-prinsip ubah laku dengan norma kehidupan baru harus menjadi pilar dalam pelaksanaan even termasuk even kejuaraan olahraga.
Wali Kota Medan Bobby Nasution menegaskan itu ketika membuka Kejuaraan Cabang Olahraga (cabor) se Kota Medan guna memperebutkan Piala Wali Kota Medan di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo, Sabtu (06/11/2021).
Wali Kota Medan mengakui kegiatan ataupun even olahraga di ibukota Propinsi Sumatera Utara ini belakangan ini kurang bergeliat dikarenakan pandemi covid-19.
Namum saat ini PPKM di Kota Medan telah berada di level II dan capaian vaksinasi di kota Medan sudah di atas 69%. Hal itu juga terus dipacu lebih baik lagi menuju PPKM Level 1.
Oleh sebab itulah Bobby Nasution mengajak seluruh masyarakat dan stakeholder yang ada untuk tetap bersama-sama menjaga protokol kesehatan terutama 5 M yaitu budaya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas serta ubah laku prokes hendaklah tetap berjalan baik.
Dengan tetap tertib dan disiplin prokes terutama 5 M dan melaksanakan norma-norma kehidupan baru dalam prinsip ubah laku sehingga covid-19 dapat terus diredam dan pembangunan di kota Medan baik fisik maupun sumber daya manusianya dapat terus dilanjutkan.
“PPKM di kota Medan sudah berada di level II, artinya sudah terjadi penurunan kasus covid-19, namun kita tetap harus menjaga protokol kesehatan agar pembangunan dapat terus kita lanjutkan,”ajak Bobby Nasution.
“Prokes dan ubah laku harus menjadi gaya hidup termasuk dalam even olahraga,” ujarnya seraya menyatakan berkomitmen melengkapi fasilitas sarana dan prasarana olahraga di kota Medan untuk menunjang kota Medan sebagai kota atlet sehingga ke depannya setiap cabang olahraga memiliki tempat untuk berlatih.
“Ini bentuk support kami mendukung olahraga di Kota Medan, agar semua atlet kita memiliki rumah untuk berkumpul dan berlatih. Namun tetap prokes dan ubah laku ya,” kata Bobby Nasution.
Disamping itu Bobby Nasution turut mengapresiasi para atlet yang bertanding dalam kejuraan cabor ini, sebab menurutnya melalui kejuaraan ini akan melatih mental berjuang para atlet yang nantinya dapat diterapkan di dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mental para atlet berbeda dari orang biasanya, karena atlet memiliki mental yang kuat yang dilatih di lapangan, itu sangat berguna dalam kehidupan di masyarakat nantinya,” ujar Bobby Nasution.
Sebelumnya, Ketua KONI Kota Medan Eddy H. Sibarani dalam laporannya menjelaskan kejuaran cabor se kota Medan ini dirancang dengan baik dan juga menerapkan prokes dan prinsip norma ubah laku.
Kejuaraan mempertandingkan sembilan cabang olahraga yakni renang, pencak silat, karate, sepakbola, catur, wushu, biliar, tenis meja dan petanque. Kejuaran ini juga menjadi wadah seleksi untuk membentuk tim Kota Medan yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Sumut di tahun 2022 mendatang.
“Mulai dari sekarang kita akan siapkan timnya dan akan mempertahankan juara umum pada pekan olahraga provinsi Sumut tahun depan.”kata Eddi H Sibarani.
Dari 9 cabor yang dipertandingkan ada sekitar 1780 atlet yang siap bersaing menjadi juara, oleh sebab itu Eddy berharap kejuaran ini dapat berjalan dengan lancar dan melahirkan atlet-atlet terbaik Kota Medan.
“Karena itu saya berharap kejuaran ini berjalan dengan lancar dan para atlet harus tetap mengikuti setiap praturan yang ada termasuk disiplin prokes,” pesannya. (01)
