Mengantisipasi tidak Terjadi Gelombang Ketiga Covid-19
4 min read
Medan | Intipos.com __ Potensi gelombang ketiga Covid-19 diprediksi bisa berlangsung pada akhir tahun. Jadi meski secara nasional trend pandemi Covid-19 mulai mereda dan Propinsi Sumatera Utara (Sumut) saat ini sudah PPKM Level 1, namun jangan lengah atau lalai.
Berbagai komitmen dan program yang dilaksanakan selama ini jangan dulu dikendorkan. Hingga Rabu (20/10/21) di Sumut secara umum, masyarakat kelihatannya masih waspada dan patuh protokol kesehatan (prokes).
Meski begitu dalam skala tertentu ada juga yang sepertinya eforia turun level PPKM itu sehingga kelihatan agak membebaskan diri. Ini perlu dicermati sebab Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang turun level itu bukan berarti prokes jadi longgar.
Ini lah yang harus ditelaah oleh semua pihak terutama unsur-unsur strategis di masyarakat dan pemangku kebijakan secara umum. Sebab, semua pihak tentunya berharap pemberitaan sekitar gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi bisa berlangsung pada akhir tahun tersebut tidak terjadi, khsususnya di Provinsi Sumut.
Penurunan kasus yang sedang terjadi memang bukan berarti pandemi telah berakhir. Namun kita berharap untuk gelombang ketiga tidak sampai terjadi, terutama di Provinsi Sumut.
Meski begitu, ‘warning’ ini jangan dianggap enteng sehingga disepelekan dan dipandang sebelah mata melainkan hendaklah dijadikan motivasi untuk memperkuat program guna mengantisipasinya.
Sejauh ini, pemerintah memang telah menyiapkan segala kebutuhan dalam mengantisipasinya, termasuk pelayanan kesehatan hingga tracing. Vaksinasi juga terus digalakkan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, guna mempercepat tercapainya ‘herd immunity’.
(Disyukuri)
Memang patut disyukuri bahwa di Provinsi Sumut kini sudah tidak ada lagi kabupaten/kota yang berada pada Level III dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), bahkan sudah ada yang berada di level 1 yakni Kota Sibolga.
Sebenarnya ada beberapa kabupaten yang kabarnya sudah bisa digolongkan PPKM Level 1 namun karena kemampuan testingnya masih terbatas maka belum memenuhi indikator untuk level 1.
Untuk ini beberapa kabupaten dan kota saat ini dalam upaya menuju PPKM Level 1 berupaya meningkatkan testing secara masif.
Salah satu contohnya Kabupaten Batubara terus memacu puskesmas-puskesmas agar meningkatkan testing secara masif guna menuju Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.
Berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 54 tahun 2021, bahwa perkembangan terbaru dalam pengendalian dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Batubara dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berada pada Level II.
Secara umum kondisi Covid-19 di Kabupaten Batubara cukup terkendali, selama tanggal 05 hingga 19 Oktober, kasus konfirmasi hanya ditemukan 1 kasus pada tanggal 17 Oktober 2021.
Petugas Survailance sudah melakukan Tracing terhadap 15 orang kontak erat, dan tidak ditemukan kasus kematian dan tidak ada pasien Covid 19 yang dirawat di RSUD Batu Bara selama dalam waktu dua Minggu terakhir.
Dari data selama 14 hari ini dapat dijelaskan bahwa yang menyebabkan Kabupaten Batu Bara masih berada pada Level II, karena kemampuan testingnya masih terbatas, dengan rumus 1/1000 penduduk per minggu sehingga kapasitas testing yabg harus dilakukan minimal 61 tes perhari, sedangkan saat ini kemampuan testing baru sebanyak 34 tes.
Inilah yang menyebabkan Batubara masih berada pada Level II.
Sementara itu, capaian Vaksinasi di Kabupaten Batubara sudah sesuai target dimana total capaian sudah 51 %, dengan capaian lansia 47,5 %.
Terkait hal ini, Dinas Kesehatan sendiri mengambil langkah untuk melakukan testing secara masif kepada masyarakat di daerah-daerah yang rentan terpapar Covid-19 serta kepada seluruh pengunjung puskesmas, dan dimintakan pada 15 Puskesmas yg berada di Kabupaten Batu Bara untuk mengirimkan sample perharinya 4 – 5 sample sehingga target testing 61 sample per hari tercapai.
Dan yang tak kalah pentingnya untuk senantiasa melakukan survailance aktif jika ditemukan kasus baru serta memonitor masyarakat khususnya pada area publik untuk menerapkan 5 M yaitu budaya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas serta ubah laku prokes hendaklah berjalan baik.
(Tetap Prokes)
Secara umum Penurunan kasus yang sedang terjadi memang bukan berarti pandemi telah berakhir. Namun kita berharap untuk gelombang ketiga tidak sampai terjadi, terutama di Provinsi Sumut.
Oleh sebab itu masyarakat perlu tetap diingatkan agar terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, karena virus Covid-19 hingga kini masih ada. Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus bertahan agar ekonomi bisa kembali bangkit dan masyarakat bisa beraktivitas dengan keadaan sehat.
Saat ini, dari sekitar 15 juta penduduk Sumut dengan jumlah 11 juta orang penerima vaksin, sebanyak 38% telah mendapatkan vaksin pertama dan 22,8% telah mendapatkan vaksin kedua. Karenanya kami harap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan, untuk meningkatkan angka pencapaian vaksinasi.
Diharapkan semoga kegiatan vaksinasi bisa berkelanjutan terhadap masyarakat. Karena kita memang harus bersama-sama agar wabah ini bisa hilang meski perlu terusi diingatkan kepada penerima vaksin untuk merasa tidak kebal meski telah divaksin. Karenanya protokol kesehatan agar tetap ditegakkan.
Secara nasional juga prokes tetap perhatian utama. Sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia kasus Covid-19 di tanah air menunjukkan tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Kementerian Kesehatan melaporkan ada tambahan 760 kasus baru pada Jumat (22/10/2021).
Adapun total kasus aktif atau pasien yang membutuhkan perawatan mengalami penurunan sebanyak 504 orang menjadi 15.090 orang. Kasus positif hari ini tercatat dari 250.740 spesimen yang diperiksa.
Kabar baiknya lagi adalah, pasien sembuh bertambah 1.231 orang hari ini. Dengan begitu, total orang yang telah sembuh dari virus ini menjadi 4.080.351 orang.
Secara total ada 4.238.594 kasus sejak pandemi terjadi dengan 143.153 kematian. Kemarin ada 33 kematian baru.
Meski demikian pemerintah meminta warga tetap waspada akan ancaman gelombang ketiga Covid-19. Apalagi masyarakat memiliki potensi sangat abai akan protokol kesehatan di sejumlah kegiatan seperti pernikahan dan wisata.
Pernyataan ini tentu tak main-main. Pasalnya ada sejumlah negara yang kini kembali dilanda ledakan Covid-19. Rusia dan Inggris di antaranya. (Zulfikar Tanjung/ Pemred intipos.com).
