Bupati Asahan Gandeng Tokoh Agama Perangi Korupsi, Bakesbangpol Hadirkan Inspektorat dan Diskominfo Sebagai Narasumber
2 min read
ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Kegiatan Penguatan Tokoh Agama dalam Perwujudan Masyarakat Anti Korupsi di Kabupaten Asahan Tahun 2026, Jumat (30/10/2026) di Aula Kantor Bakesbangpol Kabupaten Asahan.
Kegiatan ini diikuti oleh para pemuka agama se-Kabupaten Asahan.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin dalam pidato tertulisnya menegaskan korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang merusak sendi perekonomian dan mencederai rasa keadilan sosial.
“Upaya pemberantasan korupsi tidak akan pernah mencapai hasil optimal jika hanya mengandalkan pendekatan hukum semata. Kita membutuhkan gerakan moral, gerakan budaya yang masif untuk membangun budaya anti korupsi yang dimulai dari unit terkecil di tengah masyarakat,” ujar Bupati dalam pidatonya yang dibacakan Plt Kepala Bakesbangpol Asahan Rahman Halim AP.
Bupati menegaskan Pemkab Asahan berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel. Namun Pemda tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan mitra strategis yang memiliki pengaruh langsung di tengah masyarakat.
“Disinilah peran krusial dari para tokoh agama. Nasihat, petuah dan keteladanan para tokoh agama didengar dan dipatuhi oleh masyarakat kita,” katanya.
Untuk memperkuat materi, Bakesbangpol menghadirkan dua narasumber kompeten.
Berdasarkan konfirmasi Plt Kepala Bakesbangpol Asahan menyebutkan narasumber dari Inspektorat Kabupaten Asahan, Sekretaris Inspektorat Abdul Rahman, SP, MH dengan tema Whistleblowing System (WBS).
Narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan, Kabid Teknologi Informasi Riris Kusmyati, S.Kom, M.I.Kom dengan tema SP4N Lapor.
Kedua materi tersebut dinilai penting agar para tokoh agama tidak hanya memahami nilai moral anti korupsi, tetapi juga mengetahui saluran resmi pengaduan jika menemukan indikasi penyimpangan di tengah masyarakat.
“Pemerintah Daerah tidak bisa berjalan sendiri. Anggaran serta pengawasan kami terbatas. Tapi jika masyarakat Asahan dengan bimbingan para tokoh agama bersatu mengatakan ‘Tidak Untuk Korupsi’, maka saya yakin Kabupaten Asahan akan menjadi kabupaten yang bersih, maju, dan diberkahi,” tulis Bupati dalam pidato penutupnya.
Kegiatan yang dibuka secara resmi dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan komitmen dan tindakan nyata dalam membangun budaya integritas yang berakar dari nilai-nilai spiritual.
Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala OPD terkait, serta puluhan tokoh agama dari berbagai organisasi keagamaan yakni perwakilan dari BWI, Majelis Budhayana Indonesia (MBI), PHDI, MUI, FKUB, ISLAH, LPPD, LP3KD, Bamag, hingga LDII dan IMTAQ Asahan.(AS)
