Satu Bulan Lebih Laporan Di Polsek Medan Labuhan Jalan Ditempat, Pelapor : Saya Sangat Kecewa
2 min read
MEDAN – Laporan kasus perusakan dua unit sepeda motor milik, Chairul Safitri (32) yang telah dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan jalan di tempat.
Laporan korban bergulir satu bulan lamanya, namun hingga kini terduga pelaku perusakan sepeda motor masih bebas berkeliaran, hal ini membuat pelapor kecewa atas kinerja Polsek Medan Labuhan.
Peristiwa bermula pada 11 September 2026 di Jalan Inspeksi Komplek Griya Marelan, saat itu SO tiba-tiba mendatangi korban dengan nada tinggi, melarang CS (korban) memarkir sepeda motor di halaman depan rumahnya sendiri.
Tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, pelaku kembali ke rumah lalu keluar lagi dan langsung menjatuhkan kedua motor korban. Seluruh perbuatan itu terekam jelas oleh CCTV yang terpasang di lingkungan rumah korban.
Padahal, kendaraan tersebut diparkir di depan rumah korban, bukan di tempat terduga pelaku. Bukti rekaman CCTV sudah diserahkan sebagai pendukung laporan agar peristiwa tersebut dapat segera diproses secara hukum.
Namun berjalannya waktu, tak ada langkah nyata yang dilakukan. Hampir sebulan berlalu, pelaku masih bebas, dan korban belum mendapatkan kepastian atas laporannya. Lebih memprihatinkan, SP2HP yang seharusnya disampaikan kepolisian sebagai bentuk keterbukaan proses hukum sama sekali belum diterima.
“Saya melaporkan pada 11 September lalu, bukti sudah ada, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Saya juga belum menerima SP2HP apa pun. Padahal saya hanya menuntut keadilan atas kerugian yang saya alami,” ungkap CS kepada wartawan, Jumat (9/10/2026).
Hingga saat ini pelapor masih trauma atas apa yang telah dialaminya.
“Kami sangat kecewa karena laporan kami tak kunjung ditindaklanjuti, Mengingat kejadian tersebut saya masih trauma, Untung saja saya dan suami saya selamat pada saat itu. Namun yang anehnya hingga saat ini terduga pelaku masih bebas berkeliaran” pungkasnya.
Ditempat terpisah Kapolsek Medan Labuhan, Kompol D. Raja Putra Napitupulu, S.I.K., M.M. saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Jumat (9/10/2026) memilih bungkam seribu bahasa.
