Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Satu Bulan Gelar ‘Harmoni Emas’, PRSU ke-50 Tembus Transaksi Rp50,7 Miliar Tanpa APBD

2 min read

Medan | Intipos.com – Perhelatan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 resmi ditutup pada Minggu (2/8/2026) setelah berlangsung selama 31 hari sejak awal Juli.

Mengusung tema “Harmoni Emas”, gelaran lima dekade ini menandai babak baru transformasi PRSU dari sekadar ajang hiburan rakyat menjadi pusat promosi perdagangan, investasi, dan budaya berskala nasional.

Penyelenggara acara, PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PT PPSU), mencatatkan performa positif sepanjang gelaran berlangsung, baik dari segi perputaran ekonomi maupun keterlibatan publik.

Sepanjang satu bulan pelaksanaan, PRSU ke-50 berhasil membukukan total nilai perputaran ekonomi sebesar Rp50.712.483.695.

Angka tersebut didukung oleh total trafik kunjungan yang mencapai 161.309 orang, mencakup masyarakat umum, tamu undangan, peserta pameran, hingga awak media.

Pihak manajemen menekankan bahwa perayaan lima dekade ini menjadi batu loncatan penting bagi arah pembangunan daerah ke depan.

“Usia emas PRSU bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi menjadi titik awal untuk mengembalikan PRSU sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Sumatera Utara sekaligus sebagai instrumen pembangunan daerah,” ujar Direksi PT PPSU dalam keterangan resminya.
Keberhasilan acara ini juga terlihat dari komitmennya terhadap potensi lokal.

Baca Juga  Plt. Bupati Tiorita Perkuat Sinergi Wujudkan Kantor Imigrasi Langkat

Dari 3.064 pengisi acara yang tampil, lebih dari 75 persen merupakan talenta kreatif dan seniman lokal Sumatera Utara.

Menariknya, seluruh agenda berskala besar ini berhasil diselenggarakan secara mandiri tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan murni melalui kemitraan strategis dengan dunia usaha.

Selain menghadirkan paviliun dari kabupaten dan kota se-Sumatera Utara, perhelatan tahun ini memperluas jangkauan internasional dengan menghadirkan paviliun dari Pulau Pinang, Malaysia.

Area pameran turut diramaikan oleh 50 peserta Pameran Terpadu yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perguruan tinggi, pelaku UMKM, serta puluhan stan kuliner dan kopi khas daerah.

Ajang ini juga menarik perhatian berbagai lembaga penting untuk mendorong iklim investasi daerah.

Kunjungan kerja Komisi VII DPR RI menjadi dorongan kuat agar PRSU dapat masuk ke dalam agenda nasional di bawah naungan Kementerian UMKM, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.

Di sektor industri masa depan, kehadiran Persatuan Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) membuka peluang adopsi teknologi kendaraan listrik serta energi baru terbarukan di wilayah Sumatera Utara.

Baca Juga  Rutan Kelas I Labuhan Deli Laksanakan Seleksi Wawancara Peserta MagangHub Kemnaker Batch I Angkatan II Tahun 2026

Sementara itu, keterlibatan Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional dari Kementerian Perdagangan RI turut memfasilitasi transaksi business-to-business (B2B) guna memperluas akses pasar produk unggulan lokal ke tingkat global.

PT PPSU juga memperluas jaringan melalui penjajakan kerja sama strategis di sektor kesehatan dan energi bersama PT CNEC Engineering Indonesia serta PT Kartika Amersial Aquasys, yang diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Rumah Sakit Umum Haji Medan.

Manajemen menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan acara tidak hanya dilihat dari angka penjualan dan jumlah pengunjung, melainkan juga dari kualitas layanan, kenyamanan, serta dampak ekonomi jangka panjang.

“Seluruh kritik, masukan, dan saran yang disampaikan masyarakat akan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan PRSU pada tahun-tahun berikutnya,” tegas Direksi PT PPSU.

Ke depan, PT PPSU berkomitmen melanjutkan transformasi PRSU agar berkembang menjadi pameran dagang (trade fair) bertaraf nasional yang profesional, modern, serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi Sumatera Utara secara berkelanjutan.(AS)