Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Sumut Buka Pendaftaran Magang ke Jepang Gelombang II di PRSU 2026

2 min read

Medan | Intipos.com – Animo masyarakat untuk meraih peluang karir di luar negeri terlihat cukup tinggi di ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026.

Salah satu yang paling dinikmati pengunjung adalah stan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Provinsi Sumatera Utara, khususnya informasi terkait program rekrutmen pemagangan ke Jepang gelombang kedua.

Pengawas Ketenagakerjaan Disnaker Sumut, Erlina, mengimbau calon tenaga kerja agar senantiasa memanfaatkan jalur prosedural dan resmi dari pemerintah maupun Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) berizin.

Hal ini penting demi menjamin kepastian hukum dan keselamatan pekerja selama berada di negara tujuan. Beliau mengingatkan masyarakat agar selektif dan memprioritaskan jalur legal agar terhindar dari risiko penempatan tenaga kerja non-prosedural.

Pendaftaran untuk gelombang II resmi dibuka mulai 16 Juli hingga 29 September 2026. Program ini ditujukan khusus bagi pria berusia 18 hingga 26 tahun lulusan SMA atau SMK sederajat, terutama yang mengantongi keahlian maupun sertifikasi di bidang teknik.

Baca Juga  Plt. Bupati Langkat Tiorita Ajak KNPI Jadi Penggerak Kemajuan Daerah

Mengenai kriteria fisik, calon peserta wajib memiliki tinggi badan minimal 158 cm, berat badan minimal 50 kg, serta kondisi jasmani dan rohani yang sehat.

Setelah pendaftaran ditutup, proses verifikasi administrasi serta pembagian nomor ujian dijadwalkan berlangsung pada 1–12 September 2026.

Selanjutnya, peserta akan menghadapi rangkaian ujian yang dimulai dengan tes awal pada 18 September 2026, dilanjutkan tes matematika pada 22 September, tes kesamaptaan pada 23 September, serta uji ketahanan fisik seperti lari, push up, dan sit up pada 24 September.

Tahap wawancara dilaksanakan pada 25–26 September 2026.

Peserta yang lolos seleksi awal wajib menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check-up), kakunin test atau evaluasi bahasa, serta program pembekalan bertahap di daerah dan pusat pelatihan Bekasi sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Baca Juga  Plt. Bupati Tiorita Dukung UMKM Langkat Naik Kelas Lewat KKSU 2026

Instruktur bahasa Jepang, Adi, yang juga merupakan alumni program magang Jepang, menjelaskan bahwa sektor industri di Jepang seperti manufaktur, kelistrikan, otomotif, dan teknik masih membutuhkan banyak tenaga kerja dari Indonesia.

Menurutnya, peserta magang bisa mengantongi penghasilan berkisar antara belasan juta hingga Rp25 juta per bulan, tergantung lokasi dan kebijakan perusahaan, dengan jam kerja standar delapan jam sehari.

Untuk persiapan, rata-rata masa pelatihan bahasa di LPK memakan waktu sekitar enam bulan dengan estimasi biaya pelatihan kurang lebih Rp10 juta per orang.

Selain menyajikan informasi pemagangan internasional, stan Disnaker Sumut di PRSU 2026 turut memfasilitasi layanan konsultasi ketenagakerjaan secara cuma-cuma.

Pengunjung dapat berkonsultasi mengenai standar Upah Minimum Regional (UMR), hak pesangon, jaminan BPJS Ketenagakerjaan, hingga tata cara penyelesaian perselisihan hubungan industrial.(IP/AS)