Resmi Dimulai, Bupati Asahan Lepas 654 Petugas Sensus Ekonomi 2026
3 min read
Asahan | Intipos.com – Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi meluncurkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Momentum krusial bagi pemetaan ekonomi daerah ini ditandai dengan acara Pencanangan dan Pelepasan Petugas SE2026 Kabupaten Asahan yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan pada Senin pagi, (15 /6/2026).
Agenda penting ini dihadiri langsung oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin dan Wakil Bupati Asahan. Tampak hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Asahan, perwakilan unsur Forkopimda mulai dari Kejaksaan Negeri, Kodim 0208/Asahan, Polres Asahan, hingga Lanal TBA.
Selain itu, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat se-Kabupaten Asahan, serta Kepala BPS Kabupaten Asahan beserta seluruh jajarannya turut mengawal pembukaan hajat besar sepuluh tahunan ini.
Dalam laporannya, Kepala BPS Kabupaten Asahan, Rahmat Gustiar, menjelaskan bahwa SE2026 mengemban misi besar untuk menyajikan basis data statistik ekonomi yang valid, mutakhir, dan komprehensif.
Data yang dikumpulkan nantinya akan memetakan potensi sekaligus struktur usaha di seluruh pelosok Asahan.
Langkah ini dinilai krusial sebagai landasan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional, demi mewujudkan ekosistem usaha yang tangguh, inklusif, dan kompetitif.
Guna memastikan validitas data di lapangan, BPS Kabupaten Asahan menerjunkan sedikitnya 654 petugas yang sebelumnya telah digembleng lewat pelatihan intensif pada 1 hingga 13 Juni kemarin.
Formasi tim lapangan ini terdiri atas 567 Petugas Pencacah Lapangan (PPL) dan 83 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) untuk pendataan kategori umum.
BPS juga menyiagakan tim khusus untuk menangani skala usaha besar yang diperkuat oleh 3 PPL dan 1 PML.
Proses pengumpulan data lapangan dijadwalkan bergulir mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Targetnya tidak main-main, para petugas membidik 321.757 unit yang mencakup sektor rumah tangga hingga unit usaha di seluruh wilayah Asahan.
Rahmat sangat mengharapkan sinergi dari segenap elemen masyarakat serta pemerintah daerah agar memberikan akses yang luas dan menyodorkan data secara jujur dan akurat kepada petugas yang bekerja dengan integritas tinggi.
Gayung bersambut, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin dalam pidatonya menegaskan bahwa output dari Sensus Ekonomi ini akan menjadi kompas utama bagi pemerintah daerah dalam merancang program pemulihan dan pengembangan ekonomi.
Lewat pasokan data yang presisi, pemerintah optimistis dapat melahirkan strategi yang jitu guna menekan angka pengangguran serta kemiskinan dengan cara mengoptimalkan potensi riil dunia usaha lokal.
Taufik juga memberikan suntikan semangat kepada seluruh petugas agar mengemban amanah lapangan ini dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. Demi kelancaran proses pendataan, ia menginstruksikan kepada seluruh Camat untuk bergerak cepat mengoordinasikan para kepala desa dan kepala dusun agar aktif mengawal, mendukung, dan memfasilitasi pergerakan petugas di wilayah masing-masing.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti dengan pembacaan doa bersama.
Setelah mendengarkan laporan dari Kepala BPS, Bupati Asahan secara simbolis menyematkan perlengkapan tugas kepada perwakilan personel SE2026 sebagai tanda resmi dibukanya operasi lapangan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan piagam komitmen bersama oleh jajaran Forkopimda, Kepala BPS, perwakilan OPD terkait, serta para tamu kehormatan.
Sebagai bentuk keteladanan dan tanda dimulainya sensus secara riil, agenda hari itu ditutup dengan pencacahan perdana Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan langsung terhadap Bupati dan Wakil Bupati Asahan.(Intipos.RS)
