Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Satu Ruangan untuk Tiga Jenjang, Standar Perpustakaan Yayasan Pendidikan SANIAH Dipertanyakan

2 min read

Asahan | Intipos.com – Kondisi sarana pendidikan di Yayasan Pendidikan SANIAH, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, mendapat kritik dari masyarakat. Hal ini dipicu oleh fasilitas perpustakaan sekolah yang dinilai jauh dari standar kelayakan.

Hasil pengamatan di lokasi menunjukkan bahwa perpustakaan yang digunakan secara bersamaan oleh siswa SD, SMP, hingga SMA berada dalam kondisi memprihatinkan.

Ruangan tersebut mengalami kerusakan parah pada bagian plafon yang berlubang, ditambah dengan kondisi furnitur seperti meja, kursi, dan lemari buku yang sudah tidak layak pakai.

Kondisi infrastruktur yang buruk ini memicu tanda tanya besar perihal transparansi dan efektivitas alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima pihak yayasan.

Sebagaimana diketahui, dana dari pemerintah tersebut seharusnya diprioritaskan untuk peningkatan mutu pendidikan, termasuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

Baca Juga  Pemprov Sumut Siap Tindaklanjuti Hasil Reses DPRD, Usulan Masyarakat Diprioritaskan Berdasarkan Urgensi

Saat dimintai keterangan pada Selasa, 25 Mei 2026, Fiska, selaku Wakil Kepala Sekolah SMP Yayasan SANIAH, menyatakan tidak memiliki informasi mengenai pengelolaan dana tersebut.

“Saya tidak tahu menahu terkait Dana BOS serta peruntukannya, karena hal itu bukan wewenang saya,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Zulkarnain, Kasi SMA Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan Wilayah 5 Sumatera Utara, menjelaskan bahwa berdasarkan aturan yang berlaku, setiap jenjang pendidikan wajib memiliki ruang perpustakaan tersendiri dan tidak diperbolehkan untuk disatukan.

“Sesuai regulasi, perpustakaan harus ada masing-masing, tidak boleh tumpang tindih,” terang Zulkarnain.

Zulkarnain pun berterima kasih atas laporan tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti dengan meninjau langsung lokasi sekolah untuk memverifikasi kondisi perpustakaan tersebut.

Baca Juga  Tingkatkan Layanan Kesehatan Mata, Gubernur Bobby Nasution Gandeng RS Mata Cicendo

Proses untuk mendapatkan keterangan dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan telah dilakukan melalui pesan WhatsApp, Selasa 2 Juni 2026.

Dalam pesan tersebut, turut disertakan bukti visual kondisi perpustakaan sebagai bahan konfirmasi mengenai lemahnya pengawasan dinas terhadap sekolah swasta penerima bantuan dana pemerintah.

Namun, sampai berita ini naik tayang, Sekretaris Dinas Pendidikan Asahan belum memberikan tanggapan.

Melihat kondisi ruangan yang dinilai tidak layak untuk kegiatan literasi tersebut, masyarakat kini menuntut adanya tindakan tegas dan audit menyeluruh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara terhadap operasional Yayasan Pendidikan SANIAH.(AS)