LPG Subsidi Mengalir ke Luar Daerah, Diduga Jadi Biang Kelangkaan di Bone
2 min read
Ilustrasi
Bone | Intipos.com – Praktik penyelundupan barang bersubsidi kembali terbongkar. Kali ini, tabung gas LPG 3 kilogram yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kecil diduga kuat disalahgunakan dan dijadikan ladang bisnis menggiurkan oleh jaringan terorganisir.
Dugaan tersebut menguat setelah jajaran Polres Bone mengamankan dua unit mobil pickup yang diduga mengangkut ratusan tabung LPG 3 kilogram asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Gas bersubsidi itu disinyalir hendak diselundupkan ke Morowali, Sulawesi Tengah.
Bisnis gelap ini bukan perkara kecil. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku membeli LPG 3 kilogram dari pangkalan dengan harga sekitar Rp20 ribu per tabung. Setibanya di Morowali, gas yang sama dijual kembali dengan harga Rp39 ribu hingga Rp40 ribu per tabung nyaris dua kali lipat dari harga awal.
Seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya menilai, terungkapnya kasus ini bisa menjadi potongan puzzle atas kelangkaan LPG 3 kilogram yang belakangan dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Bone.
“Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Bone tentu memunculkan tanda tanya besar. Apakah ini hanya kebetulan, atau memang ada permainan terorganisir di balik distribusinya?” ujarnya, Kamis (22/01/2026).
Ia menambahkan, penangkapan kendaraan pengangkut gas bersubsidi tersebut semakin menguatkan kecurigaan publik. Aparat penegak hukum kini ditantang untuk tidak berhenti pada sopir dan kendaraan semata, melainkan menelusuri seluruh mata rantai distribusi.
“Masyarakat menunggu keseriusan aparat untuk membongkar akar persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram di Bone, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum di tingkat pangkalan maupun jalur distribusi,” tegasnya.
Kasus ini pun menjadi sorotan luas, terlebih di tengah sulitnya warga mendapatkan gas bersubsidi yang merupakan kebutuhan pokok rumah tangga. Publik kini menanti, apakah praktik mafia LPG ini benar-benar akan dibongkar hingga ke aktor utamanya.
(Rustan)
