Ternyata Gurun Pasir ala Pulau Bintan Bekas Galian Tambang Bauksit

By Amy 21 Okt 2019, 21:37:08 WIBWisata

Ternyata Gurun Pasir ala Pulau Bintan Bekas Galian Tambang Bauksit

Keterangan Gambar : Komparatif pers unit Pemprovsu yang berkunjung ke Pulau Batam dan Pulau Bintan menyempatkan diri mengunjungi Gurun Pasir Telaga Biru di Dusun Busung, Kecamatan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.


Intipos.com | Medan - Pulau Bintan memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Bila berkesempatan berwisata ke Bintan, jangan lupa untuk mengunjungi Gurun Pasir Telaga Biru, yang terletak di Dusun Busung, Kecamatan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Rombongan Komparatif Pers unit Pemprov Sumut yang difasilitasi Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu bersama Forum Wartawan Pemprovsu ke Pulau Batam dan Pulau Bintan 17 - 20 Oktober 2019, menyempatkan diri singgah di lokasi wisata ini pada Sabtu (19/10).

Dari kunjungan ini dirasakan berada di Gurun Pasir Telaga Biru kita seolah berada di Gurun Pasir yang lazimnya berada di Timur Tengah. Sejauh mata memandang, terlihat gundukan pasir putih dan birunya air yang dipantulkan telaga.

Sinar matahari yang terik tak membuat wisatawan melewatkan kunjungan ke tempat ini.

Ternyata, dahulunya tempat ini merupakan bekas galian tambang bauksit, yang merupakan bahan untuk membuat batu marmer. Sementara pasir putihnya diekspor ke Singapura untuk dijadikan bahan reklamasi.

Sekitar 31 wartawan unit Pemprov Sumut berkesempatan mengunjungi Pulau Bintan, dan berkunjung ke Gurun Pasir Telaga Biru, guna menyaksikan keindahan alam di kawasan tersebut. Kunjungan ini merupakan bagian dari studi pengayaan wawasan wartawan.

Menurut Yani, seorang pemandu wisata dalam rombongan tersebut, setiap harinya terdapat sekitar 500-an wisatawan yang berkunjung ke Gurun Pasir Telaga Biru, dan yang terbanyak merupakan wisatawan asal Tiongkok.

Letak Pulau Bintan yang berdekatan dengan Laut China Selatan membuat tempat itu didominasi wisatawan asal Tiongkok.

“Ada sekitar 500 wisatawan setiap hari yang berkunjung ke Gurun Pasir ini, dan terbanyak wisatawan asal Tiongkok,” sebut Yani.

Wisatawan asal Tiongkok ini umumnya tidak pandai berbahasa Inggris apalagi bahasa Indonesia. Karena itulah tak jarang kita bisa mendengar para pedagang di sekitar Gurun Pasir Telaga Biru bisa berbahasa Mandarin ataupun Hokian.

Letaknya yang berdekatan dengan Singapura juga membuat mata uang Dolar Singapura dijadikan sebagai alat transaksi di tempat itu.

Menurut Yani, hamparan Gurun Pasir Telaga Biru ini terbentang di areal sekitar 6.000 hektar. Telaga biru terdapat di tengah-tengah gurun pasir. Telaga biru itu tadinya merupakan cekungan hasil korekan tambang bauksit yang mengeras dan kemudian oleh masyarakat setempat dikelola dan dijadikan objek wisata.

“Bekas cekungan itu menampung air hujan dan menimbulkan pantulan warna biru yang indah,” sebut Yani.

Di Gurun Pasir disediakan juga berbagai properti untuk spot foto diantaranya boneka unta, kuda, dan ayunan. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 5.000 untuk bisa menikmati property tersebut. Karena keindahannya, sebut Yani, tak jarang juga wisatawan membawa beberapa pasang baju untuk diganti-ganti saat berfoto.

Untuk sampai ke Gurun Pasir Telaga Biru, jika menggunakan fery cepat hanya menempuh waktu 15 menit dari Pelabuhan Tanjung Uban. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke objek wisata tersebut. (mr)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook