Solidaritas Mahasiswa Pacitan Gelar Aksi Damai Tolak RUU Yang Kontroversial

By Amy 26 Sep 2019, 00:07:00 WIBPolitik

Solidaritas Mahasiswa Pacitan Gelar Aksi Damai Tolak RUU Yang Kontroversial

Keterangan Gambar : Ratusan Mahasiswa Pacitan gelar aksi damai tolak RUU Kontroversial di Depan Gedung DPRD


Intipos.com | Pacitan - Demo mahasiswa berlangsung di berbagai daerah sejak Senin 23 September 2019. Tuntutan mahasiswa hampir sama, yakni menolak beberapa rancangan undang-undang atau RUU yang dianggap kontroversial.

Seperti halnya di Pacitan, ratusan mahasiswa turun ke jalan melakukan orasi di depan kantor bupati dan di depan gedung rakyat dengan tuntutan tolak RUU KPK dan KUHP, aksi yang digelar oleh solidaritas mahasiswa Pacitan (HMI, Pemuda Muhammadiyah, PC IMM, Bonek Pacitan dan GMNI) di awali dari depan Pendopo Kabupaten.

Aksi yang di pimpin oleh Muhamad Tonis Dzikrullah melakukan orasi yang murni menolak RUU KPK dan beberapa RUU lainya yang dianggap sangat merugikan rakyat kecil. Diharapkan kawan kawan yang ikut aksi harus satu misi dan tidak ada kegiatan lainya.

"Hari ini kita sebagai mahasiswa melaksanakan aksi karena saat ini Pemerintah sangat lemah dalam menentukan undang-undang, terutama RUU KPK, KUHP dan beberapan RUU lainya, yang menyengsarakan rakyat kecil," ujarnya saat menyampaikan orasinya, Rabu (25/9/2019). 

Bupati Pacitan Indartato berkesempatan hadir dan menemui para mahasiswa mengapresiasi masukan yang disampaikan, selanjutnya pemerintah daerah akan menindaklanjuti berbagai masukan yang diterima. 

“Kami semaksimal mungkin akan berusaha sampaikan aspirasi ini. Meskipun hasil akhir tetap menjadi wewenang Pemerintah Pusat,” ucap Bupati.

Setelah melakukan orasi di depan kantor bupati, massa bergerak ke gedung rakyat yang ada di Jalan A Yani Pacitan, ratusan mahasiswa melakukan orasi yang di pimpin Imam Rifai.

Setidaknya ada sembilan poin yang disampaikan pada aksi tersebut, pertama penolakan RUUKPK, RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, RUU P-KS, masalah Kebakaran Hutan, Penindasan Papua, demokrasi dikebiri dan terakhir dwi fungsi aparat. 

“Kita tetap akan menggelar aksi sampai kebenaran tersebut benar-benar ditegakkan, demi kepentingan masyarakat,” ujarnya dalam orasinya.

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono saat menemui mahasiswa di halaman gedung DPRD mengatakan, secepatnya berbagai masukan akan dilayangkan ke pusat, mengingat segala aspirasi tersebut tidak lain adalah suara rakyat yang mesti menjadi perhatian. 

“Kami tadi minta surat resmi yang dapat kami kirim pusat, agar tidak terjadi perbedaan persepsi,” tandas Ronny

Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam berbagaiborganisasi kepemudaan tersebut turun ke jalan menggelar aksi menolak pengesahan RUUKPK. mereka menyuarakan aspirasinya di tiga titik sekaligus, diawali di depan kantor bupati, dilanjutkan di perempatan penceng dan diakhiri di depan DPRD.(tyo)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook