Seiring Perkembangan Zaman, Prosesi Sungkeman Saat Lebaran Mulai Memudar

By Redaksi 07 Jun 2019, 00:34:08 WIBDunia Islam

Seiring Perkembangan Zaman, Prosesi Sungkeman Saat Lebaran Mulai Memudar

Keterangan Gambar : Sungkeman tradisi menghormat kepada orang yang lebih tua


Intipos.com | Pacitan  - Gema suara takbir membahana di seluruh penjuru nusantara, Hari kemenangan tiba, setelah satu bulan menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan, Kini saatnya perayaan Idul Fitri, Suasana lebaran selalu diwarnai prosesi saling memaafkan antara keluarga, sanak famili, tetangga, teman serta sahabat. Di Indonesia, terutama di tanah Jawa, prosesi tersebut dikemas dalam tradisi Sungkeman.

Sungkeman berasal dari kata sungkem yang berarti sujud atau tanda bakti dan hormat, Sungkem sendiri biasanya dilakukan orang yang muda kepada orang lain yang lebih tua pada, atau anak kepada orang tua. 

Selain itu sungkem atau sungkeman merupakan sebuah adat orang jawa sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua. Lebaran tanpa sungkem dirasa kurang afdhol atau kurang lengkap. Ibarat masakan tanpa bumbu akan terasa hambar. 

Dalam tradisi orang jawa, sungkem dilakukan dengan duduk dan mencium tangan dambil mengatakan suatu permohonan maaf dengan menggunakan bahasa yang halus. Dalam bahasa jawa disebut dengan basa krama inggil.

Kata-kata yang digunakan tidak ada aturan baku, hanya menyesuaikan kemampuan masing-masing individu. Yang terpenting dari kata yang diucapkan adalah sebuah permohonan maaf atas semua kesalahan yang telah dilakukan.
 
Selain itu sungkem juga mempunyai beberapa manfaat; meminta maaf atas semua kesalahan, rasa hormat kepada orang yang lebih tua, Atau kepada saudara yang lebih tua terbih dari anak kepada orang tua. 

Namun dengan perkembangan jaman seperti saat ini, Sungkeman sudah mulai memudar, Bahkan anak-anak muda sekarang sudah enggan melakukan tradisi sungkeman, Di beberapa daerah sungkeman mulai jarang kita lihat, hanya orang-orang tua saja yang masih melestarikan tradisi ini. Seperti pantauan intipos.com di beberapa tempat.

Ditambah saat ini teknologi makin canggih, terkadang mengucapkan permohonan maaf melalui media-media yang ada di smartphone seperti Whatshaap, Facebook, Masangger, IG dan lainnya, Sehingga untuk memanfaatkan momen lebaran sebagai ajang silaturahmi dan saling maaf memaafkan secara langsung sudah di terwakili melalui media tersebut.

Semoga tradisi sungkeman tersebut tetap terjaga dan bisa terus di lestarikan bagi kalangan pemuda sebagai generasi penerus, Karena budaya sungkeman setidaknya memiliki sederet makna yang berkonotasi baik, Antara lain sebagai sarana melatih kerendahan hati, lantaran membawa seseorang untuk menghilangkan sikap egoisme, melalui gestur merendah dan menghormati kepada orang yang lebih tua. (tyo)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook