Satreskrim Polrestabes Medan Paparkan Kasus Pembunuhan Driver Taksi Online Di Kota Medan

By Fery 18 Mar 2020, 22:48:00 WIBKriminal

Satreskrim Polrestabes Medan Paparkan Kasus Pembunuhan Driver Taksi Online Di Kota Medan

Keterangan Gambar : Tersangka saat dipaparkan kepada awak media.


INTIPOS | MEDAN - Satreskrim Polrestabes Medan memaparkan kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap korban Rahmadani Tarigan, driver taksi online yang terjadi pada Minggu dinihari (15/3/2020). Di mana, pelaku Agung Syahputra H (23) ditangkap. Sementara, abangnya tewas dimassa.

Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji menjelaskan, dalam melakukan aksinya pelaku menggunakan modus memesan taksi online dari hotel sekitar Bandara Internasional Kualanamu dengan tujuan Jalan Letda Sudjono.

Saat mobil yang dikemudikan korban tiba di titik yang dituju, yakni di Titi Sewa, Medan Tembung, katanya, para pelaku berpura-pura akan membayar.

“Di situ pelaku langsung mencekik korban dengan tali, lalu menikam pada bagian dada dan wajah korban. Pelaku Agung yang di belakang sebelah kiri ikut melakukan penganiayaaan dengan obeng, ada pisau,” ujarnya didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak dan Wakasat Reskrim AKP Rafles Langgak Marpaung, Rabu (18/3/2020).

Setelah menganggap korban meningga dunia, katanya, keduanya pelaku membuang jasad korban ke daerah Bandar Khalipah.

“Rencana kedua pelaku, mobil korban akan dilarikan ke Batam. Salah satu istri pelaku menunggu di salah satu hotel di Medan,” ungkapnya.

Sang istri bernama Novita Br Bangun yang curiga suaminya tak kunjung pulang, menanyakan kepada rekan-rekan korban. Ia bersama adiknya pun melakukan pencarian. Dari GPS diketahui mobil tersebut masih bergerak, namun nomor hp korban sudah tidak bisa dihubungi.

“Dicari dan ketemulah di daerah Letda Sudjono. Kebetulan istrinya ikut mencari. Mobil itu dipepet. Saat di dekat Polsek Percut Sei Tuan kebetulan sedang razia,” jelasnya.

Mengetahui yang membawa mobil itu bukan suaminya, istri korban meneriaki pelaku rampok. Warga yang mendengar berdatangan dan terjadi aksi massa. Salah satu pelaku meninggal dunia dan satu pelaku lainnya berhasil selamatkan dari amuk massa.

Istri korban, Novita br Bangun yang datang bersama kerabatnya serta anaknya yang masih bayi, mengucapkan terima kasih kepada polisi.

“Saya ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Kek mana suamiku dibuat, buat lah kek gitu pak. Jangan hanya ditembak pak,” jelasnya.

Pelaku Agung mengaku, nekad melakukan aksi tersebut bersama abangnya karena ingin hidup di Batam. Aksi perampokan disertai pembunuhan itu direncanakan abangnya beberapa jam sebelumnya. Alat-alat yang digunakan untuk melakukan aksinya juga dibeli oleh abangnya.

“Tujuannya untuk bisa pergi ke Batam dengan mobil itu. Kami mau hidup di sana (Batam),” jelasnya.

Ditanya apa yang dilakukannya saat itu, Agung mengaku ikut melakukan penganiayaan.

“Saya membantu menikam sampai melumpuhkan. Sudah diluar kendali. Seingat saya, lima kali (menikam) dan tak lebih dari 10 pak,” cetusnya

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 4 atau pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • canadian pharcharmy online

    http://canadianpharmaciesntv.com/ ...

    View Article
  • canada pharmacies online prescriptions

    http://canadianhealthypharmacyoffer.com/ ...

    View Article
  • top rated online canadian pharmacies

    http://canadianpharmaciesnetmeds.com/ ...

    View Article
  • prescription meds without the prescription

    http://canadianpharmaciestrust.com/ ...

    View Article