Salah Pilih Pemimpin, Warga Puri Bakal Menderita 5 Tahun Lagi

By Redaksi 09 Feb 2019, 06:24:54 WIBPublik

Salah Pilih Pemimpin, Warga Puri Bakal Menderita 5 Tahun Lagi

Keterangan Gambar : Jalan sepanjang 40 KM tak layak dilewati


Intipos.com | Banyuasin - Menyikapi kondisi kerusakan ruas jalan kabupaten sepanjang lebih kurang 40 km yang menghubungkan wilayah Kecamatan Pulau Rimau-Selat Penuguan dengan Pusat Ibukota Kabupaten Banyuasin di Pangkalan Balai dengan lantang Bambang (53) Warga Primer 1 Pulau Rimau kepada wartawan media ini (8/2/2019) mengatakan bahwa jika warga dalam wilayah Kecamatan Selat Penuguan dan Pulau Rimau salah pilih pemimpin maupun wakilnya di Parlemen bakal lebih menderia 5 tahun lagi.

"Jadilah kita sudah merasakan kesulitan sarana transpotasi jalan darat selama ini dan yang kita dapatkan cuma janji yang tak pernah ada realisasi, hal ini karena kita salah pilih pemimpin dan wakil kita yang ada di parlemen baik di Kabupaten maupun di Provinsi termasuk presidenya", ucapnya dengan nada kesal karena kendaraanya sudah 2 hari tertanam lumpur.

Bambang berharap kepada wakilnya yang ada di DPRD Banyuasin maupun Provinsi Sumsel yang masih punya anggaran melalui dana aspirasinya supaya bisa dituangkan keperbaikan jalan saja dan janji bupati dan wakil bupati Banyuasin jangan sekedar janji lagi, tapi realisasikan janjinya itu, supaya hasil produksi perkebunan dan persawahan kami bisa untuk memenuhi kebutuhan kehidupan bersama keluarga.

Masih kata Bambang, Kecamatan Pulau Rimau dan Selat Penuguan masyarakatnya penghasilan yang handal dari perkebunan Kelapa dan Kelapa Sawit bahkan sebagai lumbung pangan beras bukan hanya untuk Banyuasin melainkan se Sumatera Selatan.

" Jika kondisi badan jalan kami terus semacam ini produksi petani tidak akan memiliki arti untuk kehidupan kami, kalau untuk pengadaan pasilitas lain tidak begitu penting sebelum sarana jalan dilakukan perbaikan, apalabila kondisi jalan sudah baik yang pasti bisa terpenuhi semua", tegasnya.

Demikian juga diungkapkan Yustika (38) pengajar honorer di salah satu SDN di Pulau Rimau selama 3 tahun terakhir setiap datang ketempatnya mengajar sering terlambat karena terjebak dijalan yang berlumpur, tetapi hadir ke sekolah.

Tika yang akrap disapa ini mengaku ada beban moral jika tidak hadir ketempatnya mengajar, walau hanya sebagai tenaga honorer tanggungjawab yang diembanya tidak dapat dianggap sepele, sekalipun hanya Rp 300 ribu uang lelahnya.

Ibu yang mengaku sudah 9 tahun mengabdi ini berharap kepada Pemerintah dan DPRD Kabupaten Banyuasin dapat memperbaiki ruas jalan kami supaya tidak berlumpur dan menghabat tugas kami jika ruas jalan saja sudah lancar semua program untuk di Pulau Rimau dan Selat Penuguan tidak ada yang terhambat, sekalipun harapan jadi PNS jauh bisa dicapai dan siapapun bakal jadi pemimpin di negeri ini termasuk wakilnya yang penting jangan hanya menjanjikan saja lagi, katanya. (wal)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • Jjoffx

    <a href="http://sildenafiltotake.com/#">sildenaf il cost</a> viagra coupon ...

    View Article
  • Jjoffx

    <a href="http://sildenafiltotake.com/#">sildenaf il cost</a> viagra coupon ...

    View Article
  • Jjoffx

    <a href="http://sildenafiltotake.com/#">sildenaf il cost</a> viagra coupon ...

    View Article
  • Jjoffx

    <a href="http://sildenafiltotake.com/#">sildenaf il cost</a> viagra coupon ...

    View Article