Mesin Yang Mau Diperbaiki Hidup Kembali, Ronatal Tewas Digulung Mesin Pencuci Plastic

By Fery 16 Jun 2019, 09:07:10 WIBKriminal

Mesin Yang Mau Diperbaiki Hidup Kembali, Ronatal Tewas Digulung Mesin Pencuci Plastic

Keterangan Gambar : Petugas Kepolisian Saat Melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).


INTIPOS | MEDAN - Ronatal Situmorang (31), pria asal Samosir ini tewas seketika dengan kondisi mengenaskan di pabrik pencucian plastik, di Jalan Muara Selambo Toba, Dusun VA, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (15/6/2019) pagi.

Pria yang diketahui menetap di Jalan Tanguk Bongkar VII, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan denai itu pertama kali ditemukan sudah tak bernyawa oleh rekan kerjanya sekira pukuk 8.00 Wib, dengan kondisi berlumuran darah dan kepala pecah.

“Tadi dia sedang memperbaiki mesin pencuci plastik, tiba-tiba mesinnya hidup lagi dan dia langsung terlempar tapi sudah sempat terkipas mesin itu,” kata saksi mata Yanti br Saragih (20) . Sabtu (15/6/2019).

Mengetahui Ronatal tewas, Yanti kemudian berlari keluar dari gudang sambil berteriak meminta tolong.

Teriakan wanita itu kemudian didengar warga bernama Riswandi. Dia segera mengejar ke dalam gudang dan begitu tiba di sana, Riswandi pun melihat Ronatal sudah tewas tergeletak di depan mesin pencucian goni kotor.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Percut Sei Tuan. Tak lama kemudian polisi tiba di lokasi lalu mengevakuasi jenazah Ronatal ke RSU Bhayangkara Medan.

“Saat ini masih dalam penyelidikan. Tapi yang kita lihat di sini, karena korban kerja disini tergulung dengan mesin itu,” kata Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay.

Ronatal ditemukan tewas dengan kondisi luka robek di bagian pipi kanan. Sementara kepala bagian belakang pecah dan wajah remuk.

“Sementara ini saksi yang diperiksa baru pemilik gudang Torang Purba (51) saja. Kita akan mencari saksi yang mengetahui pertama kali kejadiannya dan juga mengangkat si korban dari mesin itu ke lantai,” sambung Daulay.

Sementara itu, Panit Resrkim Ipda Supriadi menambahkan, berdasarkan keterangan pemilik gudang, Ronatal bukan karyawan tetap.

“Korban ini sistem kerjanya kalau ada borongan baru masuk. Misalnya ada yang mau cuci [goni] plastik sekian ton. Jadi, tadi ini dia yang mengerjakan,” beber Supriadi.

“Aku yang kerjakan ini ya,” kata Ronatal kepada temannya ketika itu, seperti dituturkan Supriadi.

Saat insiden itu, Ronatal bekerja sendirian. “Waktu kejadian dia hanya kerja sendiri. Pas dia terkena mesin, ada orang yang mendengar lalu melihat dan memberitahukan kepada yang lain untuk menolong,” tutup Supriadi



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook