KAHMI Dukung Pariwisata Sumut yang Ramah kepada Wisatawan Muslim

By Amy 20 Nov 2019, 15:20:43 WIBPublik

KAHMI Dukung Pariwisata Sumut yang Ramah kepada Wisatawan Muslim

Keterangan Gambar : Forum Group Discussion (FGD) KAHMI Sumut digelar di Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pemprov Sumut di Jalan SM Raja Medan, Selasa (19/11).


Intipos.com | Medan - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumut mendukung kepariwisataan Sumut yang ramah dan nyaman bagi semua golongan termasuk ramah kepada wisatawan Muslim.

Hal itu terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) KAHMI Sumut yang digelar di Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pemprov Sumut di Jalan SM Raja Medan, Selasa (19/11).

Kepala Balitbang Pemprov Sumut Ir Irman MSi dalam paparannya menyampaikan Pemprov Sumut sedang berupaya melaksanakan berbagai upaya maksimal menjadikan pariwisata sebagai ekonomi baru, yang ramah dan nyaman bagi semua golongan, di mana aspek hospitality dan amenity adalah faktor penting di samping potensi alam yang dimiliki Sumut.

"Di samping kawasan Danau Toba, Pemprovsu juga menjadikan kawasan lainnya seperti Bahorok, Tangkahan, Tanah Karo, Kepulauan Nias, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah dengan wisata budayanya juga akan terus dikembangkan," ujarnya.

Dalam FGD yang bertema "Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pariwasata" tersebut, Irman memaparkan Pemprovsu menjadikan sektor pariwisata sabagai salah satu prioritas unggulan ke depan.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumut Ivan Iskandar Batubara selaku pemateri juga menyambut baik komitmen kepariwisataan Sumut yang ramah dan nyaman bagi semua golongan termasuk ramah kepada wisatawan Muslim.

Oleh sebab itu FGD ini bernilai strategis di mana untuk meningkatkan jumlah wisatawan dan sekaligus ikut dalam pengembangan pariwisata Sumut, KAHMI akan terus berupaya mengubah mindset warga masyarakat agar bisa mengelola wisata yang ramah terhadap wisatawan Muslim.

FGD yang juga menghadirkan pemateri Rektor Universitas Panca Budi M Isa Indrawan ini juga menyimpulkan dalam upaya mewujudkan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berbasiskan pariwisata maka kolaborasi pelaku usaha atau dunia usaha, pemerintah, pihak akademis, komunitas, ormas dan segenap elemen masyarakat sangat diperlukan.

Lebih lanjut Ivan Batubara mengatakan bahwa perkembangan wisata halal, saat ini terjadi lonjakan wisatawan Muslim hampir ke seluruh dunia. Kesempatan ini harus ditangkap sebagai peluang ekonomi bagi Indonesia khususnya di Provinsi Sumut untuk dapat segera berbenah, demi menarik minat wisatawan Muslim tersebut.

Ivan menyebutkan, pasar wisata halal itu sangat besar sekali, bahkan sampai pada tahun 2026 ke depan, dana yang dikeluarkan oleh wisatawan Muslim itu bisa mencampai 300 miliar dollar dari kunjungan industri wisata halal tersebut. “Jadi berpikirnya harus jernih dan serius jika mau mengembangkan pariwisata,” tegasnya.

Katanya, wisata halal itu bukan lah wisata religi sehingga jangan dikait-kaitkan seolah wisata halal itu merusak budaya masyarakat. Menurutnya, yang dicari wisatawan Muslim itu hanyalah soal tersedianya makanan halal dan ketersediaan fasilitas untuk beribadah.

Ivan mengatakan, negara yang diluar dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) seperti Singapura, Thailand, Inggris, dan Jepang telah berhasil mengembangkan wisata halal di negara mereka. Hal ini menjadi sangat menarik, sebab negara yang mayoritas penduduknya non Muslim bisa menarik orang Muslim untuk berwisata ke negara mereka.

Untuk itu, di Danau Toba sendiri, menurut Ivan perlu ada upaya serius dan pengetahuan khusus tentang apa itu konsep wisata halal, agar masyarakat paham dan wisatawan Muslim nyaman berwisata disana.

Senada dengan itu, Isa Indrawan menjelaskan bahwa perlu adanya pemberdayaan masyarakat dalam hal peningkatan mutu pariwisata dan harus ada satu contoh Desa wisata yang masyarakat paham betul bagaimana konsep menarik wisatawan.

Rektor Universitas Panca Budi Medan, M.Isa mengatakan potensi pariwisata Sumut cukup besar untuk itu perlu adanya pengelolaan pariwisata yang baik lagi, hanya saja kurang adanya pemahaman, kesadaran dan kemauan untuk melayani dan berubah dalam mengembangkan pariwisata 

“Jika Sumut serius mau melihat potensi tren wisata halal dan peluang wisatawan Muslim, maka sumber perekonomian masyarakat akan meningkatkan dan kemajuan pariwisata meningkat,” katanya.

Sementara itu, menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sumut Ir. Irman MSi, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ( Pemprovsu) sedang mengupayakan dan mengoptimalkan secara maksimal agar sektor Pariwisata dapat menjadi sebagai bisa mendorong bangkitnya perekonomi baru, yang ramah dan nyaman bagi semua golongan. Kita akan dorong masyarakat untuk bisa turut andil menciptakan Iklim Ramah bagi wisatawan Muslim itu.

Dalam menjalankan sektor Pariwisata itu harus juga menjaga aspek keramah-tamahan, kesopanan, keakraban dan juga rasa saling menghormati (hospitality) dan aspekj fasilitas pendukung (amenity), kedua aspek ini merupakan faktor penting selain potensi alam yg cukup baik dan asri telah dimiliki Sumut. (mr)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook