Hutang Uang Dibayar Dengan Nyawa, DS Ditembak Petugas Dimalam Lebaran Idul Adha

By Fery 13 Agu 2019, 04:20:48 WIBPeristiwa

Hutang Uang Dibayar Dengan Nyawa, DS Ditembak Petugas Dimalam Lebaran Idul Adha

Keterangan Gambar : Tersangka DS usai mendapatkan perawatan medis di Rs.Bidadari Langkat.


INTIPOS | LANGKAT -  Sakit hati karena merasa ditipu membuat, Dede Syahputra (21) warga Dusun V Desa Sumber Jaya, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat ini nekat menghabisi nyawa, RW (17) yang merupakan teman bermainnya semasa kecil.

Bukan hanya itu saja, tersangka (Dede Syahputra) juga menimbun jasad korban (RW) disebuah sumur tua yang berada di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat sebelum ditemukan warga pada hari Sabtu (10/8/2019) sore.

Akibat perbuatannya, kini tersangka harus menghabiskan hari-harinya dibalik jeruji besi serta menahan rasa sakit dikedua kakinya usai diterjang timah panas petugas Satreskrim Polres Langkat saat akan ditangkap di Dusun V, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, Minggu (11/8/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Informasi yang dirangkum Intipos.com menyebutkan, peristiwa pembunuhan yang dilakukan tersangka (Dede Syahputra) berawal dari soal hutang piutang, dimana sebelumnya pada tanggal 2 April 2019, korban (RW) menelpon tersangka untuk meminjam uang sebesar Rp 950.000, dengan alasan untuk biaya berobat orangtuanya.

Kemudian setelah disetujui oleh tersangka, mereka (tersangka dan korban) bertemu di Telkom Musam Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, korban meminta tambahan sebesar Rp 1.050.000, dan pinjaman ini dipenuhi tersangka dengan janji akan dikembalikan dalam tempo 1 bulan.

Namun setelah 1 bulan, hutang tidak bisa di bayar dan korban kembali meminta tempo 1 minggu kedepan kepada tersangka, sesuai janji, seminggu kemudian tersangka menjumpai korban dan bermaksud menagih hutang yang di janjikan korban, Namun lagi-lagi korban tak bisa membayar dengan alasan tidak punya uang, sehingga tersangka merasa sakit hati karena sudah ditipu oleh janji manis korban.

Hari pun terus berlanjut, hingga pada hari Jumat (26/7/19) sekitar pukul 15.00 Wib, tersangka yang sudah mempersiapkan senjata tajam berupa pisau dapur, lalu tersangka menelpon korban agar datang ke Parit Kelingking, Desa Sumber Jaya.

Tak lama kemudian, korban dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Scorpio datang kelokasi kejadian, saat bertemu, keduanya terlibat adu mulut dan bertengkar yang berujung tersangka memukul korban dengan tangan kanannya.

Kemudian, korban membalas memukul pelaku dan keduanya terlibat perkelahian yang sengit, hingga akhirnya tersangka berhasil menendang dada korban dan terjatuh dimana kepala korban langsung terbentur pohon sawit hingga berdarah.

Akibatnya, korban pun terjatuh ketanah dengan posisi telungkup, melihat keadaan ini, tersangka langsung menduduki korban dan menikam pinggqng korban dengan pisau yang di bawanya, dalam keadaan tidak sadarkan diri, lalu tersangka mendorong korban kedalam sumur tua yang ada di sekitar lokasi.

Tidak hanya itu, tersangka yang telah terlanjur dikuasai oleh amarah dan sakit hati itu juga berusaha menutupi tubuh korban dengan goni, serta mengubur korban dengan tanah menggunakan cangkul yang telah dipersiapkannya, setelah itu ditinggal begitu saja, sementara sepeda motor korban di tutupi dengan daun pelepah pohon kelapa sawit.

Keesokan harinya, Sabtu (27/7/19), tersangka kembali kelokasi dengan membawa 3 cat pilox warna silver, merah dan hitam dop dan membawa kunci pas 10-11, 12-13 serta obeng, kemudian mengecat sepeda motor korban.

Selanjutnya, sepeda motor korban di bawa tersangka ke bengkel untuk mengganti ban dan sarung stang, lalu di gunakan tersangka untuk beraktifitas sehari-hari, sebelum akhirnya dirinya di tangkap.

Hari demi hari berlalu, jasad korban pun mulai mengeluarkan bau tak sedap hingga pada hari Sabtu (10/8/2019) sore, tubuh korban ditemukan warga sekitar sudah dalam keadaan membusuk dan menjadi tengkorak di sebuah sumur tua di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Serapit.

Penemuan itu sontak membuat warga sekitar heboh dan membuat orangtua korban penasaran, sesampainya dilokasi orangtua korban langsung mengenali identitas mayat yang diketahui telah mengeluarkan aroma tak sedap tersebut yang tak lain adalah anaknya RW (Korban), jasad korban di kenali orangtuanya dari pakaian dan sandal yang dipakai korban saat terakhir kali keluar meninggalkan rumah. 

Atas peristiwa itu orangtua korban tidak terima dengan apa yang dialami oleh anaknya tersebut langsung membuat laporan ke Polres Langkat.

Kapolres Langkat, AKBP. Doddy Hermawan SiK, yang mendapat informasi tersebut langsung mengerahkan petugas Sat Reskrim Polres Langkat untuk mengungkap kasus tersebut hingga tuntas.

"Jasad Korban ditemukan warga lantaran pada saat itu turun hujan deras sehingga membuat tanah yang menutupi tubuh korban menyusut dan membuat tengkorak kepala korban kelihatan oleh warga yang sedang melintas dilokasi penemuan" jelas Kapolres Langkat.

Dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP. Tengku Fatir dan Kanit Pidum, Iptu Bram Chandra, berserta petugas Satreskrim lainnya, penyidikan dan penyelidikan kemudian dilakukan.

Berkat kerja keras dan kemampuan diatas rata-rata yang dimiliki oleh Sat Reskrim Polres Langkat, akhirnya petugas berhasil mengungkap serta menangkap tersangka Pembunuhan (pencurian disertai kekerasan) kurang dari 12 Jam waktu penemuan jasad korban.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras Satreskrim Polres Langkat, tersangka berhasil ditangkap kurang dari 12 Jam masa penemuan Jasad Korban, Tersangka ditangkap pada hari Minggu (11/8/2019) sekira pukul 03.00 pagi saat berkumpul dengan teman-temannya sambil melakukan bakar ikan didekat rumahnya" ungkap Kapolres Langkat.

Diketahui, saat disergap petugas Unit Reskrim Polres Langkat, Dede terus berkilah dan membantah melakukan pembunuhan terhadap RW, bahkan Dede melawan petugas dan berupaya melarikan diri.

"Sesuai dengan S.O.P yang berlaku di Kepolisian Republik Indonesia, apabila seorang tersangka melakukan perlawanan saat akan ditangkap dan saat pengembangan, ditambah dengan berupaya melarikan diri serta membahayakan petugas di lapangan, wajib diberikan tindakan tegas dan terukur seperti yang dialami oleh tersangka, setelah diberikan tindakan tegas dan terukur oleh petugas Satreskrim Polres Langkat, selanjutnya tersangka dilarikan ke RS Putri Bidadari Langkat guna mendapatkan perawatan, tersangka saat ini sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Langkat" Pungkas Kapolres Langkat, AKBP. Doddy Hermawan SiK.

Atas perbuatannya tersangka diancam dengan Pasal berlapis, yakni Pasal pembunuhan 340 KHUPidana Subs Pasal 338 lebih subs 365, pencurian dan UU Perlindungan Anak, dengan Ancaman hukuman maksimal hukuman mati, minimal 20 tahun kurungan penjara.


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook