Dicekik Dan Ditampar, Ayah : Kau Kasih Tau Mamak, Aku Bunuh Kau

By Fery 07 Nov 2019, 23:51:48 WIBPeristiwa

Dicekik Dan Ditampar, Ayah : Kau Kasih Tau Mamak, Aku Bunuh Kau

Keterangan Gambar : Tersangka (Ayah) yang tega mencabuli putri kandungnya sendiri di Serdang Bedagai.


INTIPOS | SERDANG BEDAGAI -  Entah apa yang merasuki hati WSS, pria yang berusia 33 tahun ini tega mencabuli putri kandungnya sendiri, sebut saja Mawar yang masih berusia 13 tahun, Selasa (5/11/2019) sekitar pukul 15.30 Wib.

Akibat aksi bejatnya itu, pria yang merupakan warga Dusun IV, Kampung Rambutan, Desa Sungai Buaya, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) itu nyaris tewas dihajar massa yang geram usai mendengarkan langsung curhatan hati Mawar.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu melalui Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai, AKP, Hendro Sutarno dalam keterangannya, Kamis (7/11/2019) malam mengatakan, perbuatan bejat WSS dilakukan di kediaman mereka di Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai.

“Selasa (5/11/2019) sekira pukul 15.00 Wib, korban yang saat itu sedang bermain di rumah temannya, Tiba-tiba ayah kandungnya WSS datang ke rumah teman korban itu dan mengatakan agar putrinya segera pulang karena dipanggil ibunya,” kata Kasat Reskrim Polres Sergai.

Mendengar perintah sang ayah, Mawar langsung kembali ke rumahnya, amun sesampai di rumah, WSS terlebih dulu masuk ke kamar Mawar lalu disusul putrinya tersebut.

Selanjutnya Hendro menjelaskan, WSS menyuruh Mawar membuka akun Facebooknya lalu meminta Handphone tersebut dari tangan putrinya, namun, ketika Mawar menyerahkan Handphone itu kepada sang ayah, tiba-tiba WSS menuduh putrinya sudah disetubuhi teman lelakinya.

"Merasa tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan oleh ayahnya itu, Mawar kemudian menjawab, bahwa dirinya tidak ada ‘diapa-apai’ (disetubuhi) orang lain" jelas Kasat Reskrim.

Begitupun pelaku tak kehilangan akal, lalu WSS meminta Mawar untuk membuka bajunya, lantaran didesak dan ketakutan, akhirnya Mawar membuka baju yang dikenakannya.

Tak sampai di situ, WSS juga menyuruh Mawar membuka bra yang dikenakannya, sembari memegang payudara korban, kemudian sang ayah bejat tersebut menyuruh Mawar untuk membuka celana yang dikenakan berikut dalamannya (CD).

Korban sempat berontak sembari menangis, karena saat itu WSS yang sudah tidak dapat membendung Hasrat seksualnya juga membuka seluruh pakaian yang dikenakan WSS hingga tak mengenakan sehelai benang didepan putri malang tersebut, melihat itu Mawar langsung menangis, namun ternyata tangisan Mawar membuat WSS marah dan langsung menampar pipi sebelah kiri korban agar Mawar diam.

WSS yang sudah tidak dapat menahan hasrat seksualnya langsung mencekik leher korban dan merebahkan tubuh gadis malang tersebut di atas tempat tidur, sembari meremas-remas payudara putri kandungnya itu dan hal yang tidak terpikirkan pun terjadi, WSS langsung menyetubuhi Mawar.

Usai melampiaskan nafsu setannya, WSS mengancam akan membunuh Mawar, apabila korban melaporkan kejadian memilukan itu kepada ibunya yang saat itu sedang bekerja.

“Jangan kau kasih tau mamak, nanti ku bunuh kau!” Ancam WSS kepada Mawar.

Meski tidak melapor kepada ibunya, namun Mawar menceritakan hal tersebut kepada bibinya (SU) dan pamannya (S) sembari menyuruh korban memberitahukan hal tersebut kepada neneknya.

Setelah itu korban langsung dibawa ke rumah Sekretaris Desa, disaat dirumah Sekretaris Desa itu Mawar menceritakan tentang perbuatan bejat ayah kandungnya sendiri.

Kemudian Sekertaris Desa melaporkan hal itu ke seorang personel Bhabinkamtibmas, tak lama menunggu usai diberitakukan personel polisi tersebut akhirnya ibu korban tiba di rumah Sekretaris Desa.

“Nak, apa betul, kau diapain (disetubuhi) sama ayahmu? tanya sang Ibunda kepada Mawar, dengan nada suara yang tersedu-sedu Lalu Mawar menjawab “iya mak”. ucap Kasat Reskrim.

Mendengar ucapan Mawar tersebut, warga yang sedari tadi berada di rumah Sekdes itu geram dan segera menuju ke rumah WSS, tanpa dikomando warga yang emosi dengan perilaku bejat WSS langsung mengajar WSS, melihat warga emosi, personel Bhabinkamtibmas yang sedari tadi dilokasi langsung bergerak mengamankan WSS dari amukan massa ke Polsek Kotarih, selanjutnya WSS diboyong Unit PPA ke Polres Serdang Bedagai.

Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Hendro Sutarno mengatakan saat ini tersangka (WSS) sudah diamankan Unit PPA Polres Sergai guna proses lebih lanjut.

“Barang bukti yang diamankan yakni satu helai celana dalam warna putih yang ada bercak darahnya, satu helai baju dan celana tidur warna merah bermotif Micky Mouse,” ujar Kasat, Kamis (7/11/2019) malam.

Atas perbuatannya, pelaku diancam pidana pasal kasus persetubuhan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh orang tuanya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1)(2) (3) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi Undang-undang, dengan ancaman pidana maksimal 15 Tahun hukuman kurungan penjara.


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook