Berkah Musim Kemarau Bagi Petani Tembakau Di Pacitan

By Redaksi 24 Agu 2019, 15:13:41 WIBPertania

Berkah Musim Kemarau Bagi Petani Tembakau Di Pacitan

Keterangan Gambar : Petani tembakau


Intipos.com | Pacitan - Musim kemarau di wilayah Pacitan selain menjadi masalah bagi masyarakat yang mengalami kekeringan karena sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, Namun ada berkah tersendiri bagi petani tembakau, Karena tanaman tembakau dapat menjadi sumber penghasilan yang bisa diharapkan.

Seperti halnya Pawit warga RT/RW 2/6 Dusun Waru Desa Karanganyar Kecamatan Kebonagung Pacitan tersebut merasa mendapat barokah karena panen tembakau tahun ini bisa berhasil dan memuaskan.

"Menanam tembakau lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan menanam palawija atau tanaman lainnya. Apalagi pada saat musim kemarau seperti ini," ujarnya saat di temui intipos.com di gudang tembakaunya, Sabtu (24/8/2019).

Lebih lanjut pria 47 tahun ini menjelaskan, Sejak tahun 2008 dirinya menanam tembakau di area yang tidak terlalu besar hanya 2 Patok (sekitar 1/4 Hektar) tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sekeluarga, karena setiap pengiriman tembakau ke Ponorogo, Ia memperoleh hasil sekitar Rp 32 juta.

"Dengan lahan yang hanya 2 patok, Sudah bisa menghasilkan sekitar 1 ton tembakau kering siap kirim, Sehingga kami patut bersyukur karena dengan menanam tembakau bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, Yang pastinya sejak petani tembakau bermitra dengan PT Swadana Arif Putra yang merupakan mita dari PT Sampoerna bisa menampung hasil panen petani tembakau di Pacitan,"tambah pria yang juga sebagai Kepala Dusun tersebut.

Ditanya perhatian pemerintah terhadap petani tembakau di pacitan, Ia mengatakan, Pemerintah juga ikut membantu para petani tembakau dengan bantuan seperti pupuk dan lain-lainnya.

"Untuk pemerintah sangat mendukung dengan memberikan bantuan pupuk kepada petani, Karena tembakau bukan tanaman baru bagi masyarakat di Pacitan. Sejak zaman dahulu masyarakat sudah biasa menanam tembakau, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual di pasar, serta jenisnya juga macam-macam.

"Namun sejak bekerjasama dengan PT Swadana, Tembakau yang kami tanam, mereka siap menerimanya, Sehingga kami semangat untuk menanam tembakau di saat musim kemarau seperti ini, Walau kadang kendalanya pasokan air yang minim namun kami bisa mengatasinya hingga panen,"tandasnya.

Diketahui tembakau adalah produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas pangan melainkan komoditas perkebunan, Produk ini dikonsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai pengisi waktu luang atau "hiburan", yaitu sebagai bahan baku rokok dan cerutu. (tyo)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook