Abdul Ghoni: Tidak Benar Jika Dua Anggota Partai Gerindra Diusir Dari Ruang Sidang

By Amy 17 Jul 2019, 22:09:53 WIBPolitik

Abdul Ghoni: Tidak Benar Jika Dua Anggota Partai Gerindra Diusir Dari Ruang Sidang

Keterangan Gambar : Abdul Ghoni Sekretaris Satria Pacitan


Intipos.com | Pacitan - Sidang perkara dugaan pelanggaran administratif terkait belum dilaksanakannya pleno penetapan perolehan jumlah kursi dan caleg terpilih pada Pileg 2019 yang di gelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pacitan dengan Pelapor DPC Partai Gerinda telah memenuhi unsur formil dan materil. Keputusan itu diambil setelah dilakukan persidangan perdana, Senin (15/7/2019) kemarin dengan menghadirkan pihak terlapor KPUD setempat.

Namun pada sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tanggapan terlapor yang digelar Selasa (16/7/2019), Pihak KPUD mmasih mempertanyakan legalitas kuasa pelapor, dan semua keabsahannya telah ditujukan kepada pihak terlapor serta majelis hakim, serta Bawaslu telah memutuskan aduan pelapor memenuhi unsur formil dan materiel.

"Ternyata tidak puas dengan mempertanyakan legalitas pelapor, kemudia terlapor mempermasalahkan kedua kader Partai Gerindra yang duduk di samping pelapor yang tidak memiliki surat kuasa, setelah di lakukan musyawarah dan di ambil keputusan bahwa kedua orang tersebut di perbolehkan mengikuti sidang, tapi agar mengambil tempat duduk di bagian lain, dan bukan di usir dari ruang sidang seperti pemberitaan di salah satu media cetak," ujar Abdul Ghoni Sekretaris Satria Pacitan saat di temui intipos.com, Rabu (17/7/2019).

Lebih lanjut Ghoni sapaan akrabnya menambahkan, pihaknya merasa tidak nyaman dengan judul pemberitaan di salah satu media yang mengatakan jika kader Partai Gerindra di usir dari ruang sidang.

"Kami mohon agar judul berita di sesuaikan dengan kenyataan yang ada, dan jangan dengan judul tersebut menimbulkan pemikiran negatif bagi pembacanya, memang sah-sah saja dalam membuat judul tersebut, namun kalau tidak sesuai dengan kenyataan yang ada nantinya bisa menjadikan image jelek di masyarakat," tambahnya.

Ia berharap kedepannya agar lebih selektif lagi dalam pemberitaan dan memberi judul, dia berharap agar semua elemen bersama-sama menjaga kodusifitas dan guyub rukun di Kabupaten Pacitan.

"Jadi saya klarifikasi bahwa kedua kader Partai Gerindra tidak dinusir dari ruang sidang, Hanya majelis Hakim mempersilahkan keduanya agar mengikuti sidang dengan mengambil tempat duduk tidak di samping Kuasa Pelapor," tukasnya.

Sidang lanjutan Perkara dugaan pelanggaran administratif terkait belum dilaksanakannya pleno penetapan perolehan jumlah kursi dan caleg terpilih pada Pileg 2019, akan kembali di gelar pada hari Senin, 22 Juli 2019 mendatang dengan agenda keterangan saksi dan alat bukti.(tyo)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook