Tangkal Paham Radikal Pada Generasi Muda, Bakesbangpol Pacitan Gelar Seminar Kebangsaan

By M. Ebiyanto Prayogo Pada : 11 Okt 2018, 18:35:03 WIB, - Kategori : PublikTangkal Paham Radikal Pada Generasi Muda, Bakesbangpol Pacitan Gelar Seminar Kebangsaan

INTIPOS.COM | PACITAN - Untuk mengantisipasi masuk dan berkembangnya paham radikal kepada generasi muda penerus bangsa, Bakesbangpol Pacitan mengelar Seminar Kebangsaan dengan tema "Pemuda Pelopor Persatuan, Visi Kepemimpinan Pemuda ditengah Arus Tantangan Jaman yang di ikuti sekitar 100 orang.

Acara yang digelar di Gedung MUI Pacitan tersebut di hadiri seluruh Ketua Ormas Kemahasiswaan dan seluruh Ketua OSIS SLTA sekecamatan Pacitan, Dengan menghadirkan para narasumber, Seperti Dandim 0801 Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, Kepala Bakesbangpol Pacitan Drs Suharyanyo, MM dan Kepala Kemenag Pacitan Drs Nurul Hudha.

Dandim 0801/Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang dalam materinya menjelaskan, Bahwa seminar kebangsaan ini dapat memberikan pemahaman dan wawasan kita sebagai generasi muda tentang AGHT ( Ancaman Gangguan Hambatan dan Tantangan ) yang ada di saat ini.

"Maka dengan demikian sebagai generasi muda tetap waspadai Ancaman dan rongrongan dari luar dan dari dalam serta tetap jaga persatuan dan kesatuan bangsa demi tetap utuh  dannkokohnya nya kedaulatan NKRI,"jelas jebolan Akmil tahun 1999, Kamis (11/10/2018).

Lebih lanjut Mantan Kasi Teretorial Kodam XII Tanjung Pura tersebut menambahkan, Kita sebagai generasi muda harus mampu meneruskan semangat dan perjuangan para pahlawan pendahulu kita, Mereka mampu melampaui tantangan dizamannya  walaupun saat itu pendahulu kita tanpa di lengkapi dengan teknologi yang canggih seperti saat ini. Jangan takut untuk mencoba dan bereksperimen. Salah itu biasa tetapi bagaimana kita memperbaiki kesalahan kita untuk kebaikan dimasa depan, Tanpa salah kita tidak akan pernah tau menjadi benar.

"Tantangan generasi saat ini lebih berat dari generasi terdahulu. Jangan anggap remeh dirimu lakukan yang terbaik, Kalau anak muda tidak punya tantangan dan idealisme maka Indonesia dan Pacitan akan seperti ini saja. Kebudayaan akan punah karena para pemudanya tidak mampu menjawab tantangan yang ada,"tambahnya.
 
 Dalam kesempatan tersebut Kepala Bakesbangpol Pacitan Drs. Suhariyanto MM mengatakan, Wawasan kebangsaan adalah cara pandang mengenai diri dan tanah air Indonesia sebagai negara kepulauan dan sikap bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggarakan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Pada zaman saat ini nilai-nilai kebangsaan pada generasi Muda mulai kelihatan mengalami erosi tetlihat sat ini para generasi muda lebih bangga menggunakan bahasa asing dan kebarat- baratan dari pada bahasa Indonesia yang jelas sebagai bahasa pemersatu bangsa.

"Menguatnya primordialisne ( loyalitas yang berlebihan pada kelompoknya ) sehingga menganggap kelompok lain tidak penting yang mengakibatkan sering terjadinya gesekan/ bentrokan dengann kelompok lain,"ujar Mantan Kepala Dinas Dukcapil Pacitan tersebut.

Sementara Kepala kemenag Pacitan Drs. Nurul Hudha dalam materinya menyampaikan, Memasuki zaman milinial yang semuanya serba teknologi canggih. Sebagai generasi muda kita tidak boleh larut dalam eforia apalagi ikut-ikutan menyebar berita-berita hoax yang saat ini sedang marak terjadi. 

"Dengan canggihnya teknologi saat ini semakin banyak tontonan yang tidak mengandung tuntunan, Dan hal tersebut berimbas pada diri generasi muda juga dengan kemajuan teknologi menjadikan orang terlalu larut dengan dunia maya. Hal ini menimbulkan masalah dalam rumah tangga, sehingga mereka larut dan semakin menambah tingginya angka perceraian di masyarakat akibat kemajuan teknologi yang tidak di gunakan dengan benar,"ucapnya.

Sebagai generasi muda harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memajukan diri pribadi dan bangsa ini, Sebagai generasi penerus harus melakukan yang terbaik hari ini maka insya allah masa depan kalian akan cerah.

"Jauhi kegiatan yang menjurus ke hal yang berbau radikal, Baik itu yang berkedok agama maupun yang lainnya. Apabila generasi muda sudah mampu memahami Agama dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan yang ada di Indonesia maka akan tercipta persatuan dan kesatuan bangsa untuk keutuhan NKRI,"tandasnya.(tyo)