KPU Banyuasin Dua Hari Lakukan Verifikasi DPS Tingkat Desa

By Redaksi Pada : 10 Apr 2018, 07:20:28 WIB, - Kategori : PolitikKPU Banyuasin Dua Hari Lakukan Verifikasi DPS Tingkat Desa

Intipos.com  | Banyuasin - Komisi pemilihan Umum (KPU) Banyuasin, pada hari Minggu (8/4) dan Senin (9/4/2018) di Graha Sedulang Setudung Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin melakukan proses verifikasi daftar pemilihan Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Kali ini KPU mengajak operator Sidalih untuk sistem verifikasi dengan Sistem Sidalih Fersi 2 di ubah ke Fersi Sidalih Fersi 2 titik 1.

Komisioner KPU Banyuasin divisi Sosialisasi Salinan SSos saat diwawancarai wartawan mengungkapkan, rapat Koordinasi Singkronisasi penyusunan DPSHP, PPK, PPS dan operator Sidalih Kecamatan dilakukan, mengingat KPU pusat telah mengumumkan bahwa penggunaan sistem sidalih fersi 2 harus diganti dengan menggunakan sistem sidalih fersi 2 titik 1, hal ini dimagsudkan agar data DPSHP yang ada di Kabupaten Banyuasin bisa masuk ke server KPU pusat.

Kata Salinan, ini hanya ada perubahan sistem saja, karena kalau satu Indonesia DPSHP masuk pada server Sidalih 2 maka tidak dapat diinput makanya digunakan fersi Sidalih 2 titik 1.

Masih kata Salinan, selain itu kegunaan sidalih versi 2 titik 1 menampik adanya data yang salah dilakukannya kegiatan singkronisasi. Karena ternyata dalam aplikasi ini tidak semua data terfilter misalnya ada pemilih ganda, pindah TPS Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan lain sebagainya jadi dengan sinkronisasi mana data yang ganda dicoret melalui kegiatan ini yang dibantu operator.

"Semua PPS membuka laptop dibantu operator sidalih membantu proses verifikasi DPSHP yang dilakukan oleh PPS. Karena tanggal 12-13 April DPSHP harus sudah dipleno di tingkat PPK," jelas Salinan.

Salinan menambahkan, KPU Banyuasin akan tetap memperjuangkan hak warga Banyuasin untuk memperoleh hak suara dalam Pilkada atau pemilu nanti.

"Kalau ada warga yang belum rekaman KTP secepatnya rekam, kalaupun belum rekam yang sudah memiliki surat keterangan dari Dinas Catatan Sipil berhak memilih pada TPS tempat domisili," imbuh Salinan.

Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, Daftar Pemilih Sementara (DPS) Banyuasin sebanyak 561.582 selisih 37 209 dari DPT tahun 2014. Seluruh PPK telah memberikan data pemilih sementara (DPS) ditempatnya masing-masing, jumlah DPS yang bertambah sekitar 37 209 tersebut baru rencananya akan diplenokan mendatang kemudian ditetapkan menjadi DPT banyuasin yang baru.
    
" Semua PPK telah memberikan laporan tambahan pemilih di daerahnya masing-masing sejak tanggal 16 Maret lalu ke KPU, dimana kalau dijumlahkan dari seluruh PPK se Banyuasin diperkirkan penambahannya sampai dengan 37 209 pemilih baru," ujar Salinan.
    
Salinan menambahkan, semula daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten banyuasiin sebesar 586450 mata pilih dengan adanya penambahan yang baru berarti bisa di perkirakan DPT Banyuasin akan bertambah 37 209.
   
"Kami telah memplenokan tentang DPS tambahan tersebut 16 Maret lalu di kantor KPU Banyuasin, kami akan perjuangkan hak pilih masyrakat agar mereka dapat menyalurkan hak pilihnya pada pilkada dan pilpres juga Pileg mendatang," ungkap Salinan.
    
Dia mengatakan, sebagian PPK telah mendata mendat dari Tempat pemungutan Suara (TPS) seebanyuasin yang mencapai 1815 TPS. "Tidak ada penambahan TPS tahun ini kendati jumlah DPT tahun ini bisa lebih besar karena penambahannya tidak terlalu besar.

KPU telah ikut terjun langsung ke lapangan mengingat Panitia Pemutakhiran Data pemilih (PPDP) ditingkat bawah, harus segera melaporkan pendataan ulang calon pemilih di wilayah Kabupten Banyuasin.
    
Lebih lanjut Salinan menuturkan, tambahan jumlah pemilih di Banyuasin tersebut 
berasal dari pemilih pemula, kemudian pemilih yang belum rekam e-KTP, pindah domisili dan lain-lain.
    
Warga Suak Tapeh Adam (40) mengatakan, dirinya mengaku sudah terdaftar pada pilkada dan pemilu tahun ini dan saya berharap KPU terus kerja ekstra agar setiap warga benar-benar mendapatkan haknya untuk memilih pada pemilihan Kepala Daerah dan Presiden mendatang.
    
"Saya dan keluarga akan memanafaatkan hak suara saya untuk menentukan pemimpin Banyuasin, Presiden dan wakil takyat pada Pilkada dan pemilu serentak bangsa Indonesia untuk kelanjutan 5 tahun mendatang," ujar Adam. (asta)