Kapolres Banyuasin Inrup Kelahiran Pancasila

By Redaksi Pada : 05 Jun 2018, 11:16:03 WIB, - Kategori : PublikKapolres Banyuasin Inrup Kelahiran Pancasila

Intipos.com | Banyuasin - Upacara Memperingati Hari Lahir Pancasila ke-73 Tahun 2018 diselenggarakan di lapangan upacara Pemkab Banyuasin (4/6/2018) dan bertindak sebagai inspektur upacara (Inrup) Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem dan bertindak sebagai Komandan Upacara Iptu Bayu (Kapolsek Pangkalan Balai), Perwira Upacara Kapten Inf Sumantri (Pasipers Kodim 0430/Banyuasin).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ir. SA. Supriono, MM (Bupati Banyuasin), Dr. Ir. H. Firmansyah (Sekda Banyuasin), Drs. H.M. Yusuf, M,Si (Asisten III Setda Banyuasin), Irian Setiawan SH, M.Si (Ketua DPRD Kab. Banyuasin), La Kamis (Kejari Banyuasin), Kapten Inf Zulkadri (Danramil 430-01/Pangkalan Balai), Kapten Arh Elmy Dinata (Pasiops Kodim 0430/Banyuasin), Krihstoni A.MdIp.SH (Mewakili Kalapas Banyuasin), Abadil Turmini S.Ag(Kakanmenag Kab. Banyuasin), Seluruh OPD Banyuasin, Camat Sekabupaten Banyuasin dan diikuti sekitar 500 para undangan, ASN, THL Banyuasin, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Para Guru dan Siswa siswi SD, SMP dan SMA Se - Kabupaten Banyuasin.

Adapun tema peringatan tersebut, "Untuk meneguhkan kita agar lebih berkomitmen dalam menghayati, mendalami dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara".

Inspektur Upacara AKBP Yudhi Surya Markus Pinem S.ik yang dalam kesempatanya membacakan Amanat Bupati Banyuasin mengajak untuk tidak henti-hentinya mempersembahkan puji syukur hanya kehadirat Allah SWT semata, karena telah begitu banyak rahmat dan nikmat yang telah diberikan kepada kita, utamanya nikmat kesehatan, sehingga pada hari ini kita dapat bersama-sama hadir "Dalam Rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila.

Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia, Itulah kebhinneka tunggal ika-an kita.

Kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebhinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebhinekaan dan keikaan kita, serta ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong.

Kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila darn UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan.

Oleh karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila.(wal)