Kadiskominfo Banyuasin Kenalkan Pengelolaan Infrastruktur E-Government

By Redaksi Pada : 26 Mei 2018, 20:21:28 WIB, - Kategori : PemerintahanKadiskominfo Banyuasin Kenalkan Pengelolaan Infrastruktur E-Government

Intipos.com | Bocor — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA didaulat sebagai salah satu narasumber pada Workshop di Bogor, Provinsi Jawa Barat. Workshop yang digelar Kementerian Kominfo RI ini bertajuk ‘Workshop Infrastruktur E-Government Nasional” di Hotel Aston Sentul Lake Resort, Bogor, Senin yang lalu.

Acara itu merupakan fasilitasi dari Direktorat e-Government Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui penyediaan infrastruktur e-Government melalui Private Network Security (PNS) Box. 

Pada saat ini Pengelolaan data elektronik pemerintah yang andal bukan hanya sekadar kebutuhan masing-masing instansi sektoral. Lebih dari itu, guna memastikan layanan lembaga pemerintah berlangsung efektif dan efisien dibutuhkan  pengelolaan terintegrasi.

Erwin Ibrahim dalam materinya menjelaskan tentang pengelolaan Infrastruktur e-Government di Kabupaten Banyuasin. Dinas Kominfo menurutnya memiliki peran sebagai Policy, think/tank, koordinasi, dan adminiatrasi. 

“Peran pelayanan publik berbasis elektronik dimulai sejak perencanaan sampai akuntabilitas” kata Erwin kepada wartawan via WhatsApp (26/05/2018) petang tadi.

Dalam mengatasi beberapa masalah yang terjadi antara lain belum adanya pusat infrastruktur yang meng- integrasikan seluruh pelayanan publik, kurangnya pemanfaatan dan kesadaran dari OPD tentang pentingnya integrasi TIK. 

Erwin mengungkapkan pihaknya akan melakukan beberapa langkah strategis antara lain menyediakan infrastruktur yang terencana terintregasi dan berkelanjutan, menyediakan produk hukum daerah yang mengatur tata kelola TIK, dan Sistem aplikasi elektronik integrasi pelayanan publik.

“Kita sudah dan sedang mengembangkan data center yang handal sebagi pusat pengendali infrastruktur TIK yang terintregasi. Kemudian melakukan manajemen internet protokol address, identitas server dan distribusi jaringan. Mengatur distribusi backbone, monitoring jaringan, mengedukasi ASN, mencari pembiayaan non APBD, dan memberdayakan infrastruktur publik” papar Erwin bersemangat. (wal)