Dengan DESTANA, Masyarakatnya Memiliki Kemampuan menghadapi Segala Potensi Ancaman Bencana

By Redaksi Pada : 06 Des 2018, 18:17:44 WIB, - Kategori : PublikDengan DESTANA, Masyarakatnya Memiliki Kemampuan menghadapi Segala Potensi Ancaman Bencana

Intipos.com | Pacitan - Dengan kesiapsiagaan serta tanggap bencana yang di lakukan masyarakat diharapkan pada tahun-tahun mendatang lebih siap menghadapi fenomena alam yang kerap terjadi. Diketahui bahwa Kabupaten Pacitan yang memiliki letak geografis mayoritas pegunungan dan berbukit, Sangat berpotensi terjadi bencana alam seperti tanah longsor. Bahkan kabupaten berpenduduk sekitar 580 ribu jiwa lebih itu masuk dalam ring of fire (cincin api).


Beragamnya potensi bencana alam di Kabupaten yang berjuluk kota 1001 Goa tersebut diwaspadai serius pihak pemerintah setempat. Bukti keseriusan itu salah satunya dengan terus membentuk desa tangguh bencana (Destana). 

“Selalu Waspada dan berdoa, Berharap kejadian bencana alam seperti tahun 2017 lalu tidak terjadi lagi di Kabupaten Pacitan ini,” ucap Bupati Indartato dihadapan para relawan pada kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana di komplek pendopo Kabupaten, Kamis (6/12/2018).

Ada empat desa yang dibentuk menjadi kawasan tangguh bencana. Masing-masing Desa Karanganyar dan Klesem dari Kecamatan Kebonagung, Mangunharjo (Arjosari), serta Desa Kedungbendo (Tegalombo). Jumlah itu melengkapi tiga desa lain yang telah lebih dulu menyandang status sebagai desa tangguh bencana. Yakni Desa Kembang dan Sirnoboyo (Kecamatan Pacitan), Serta Desa Sidomulyo (Kecamatan Ngadirojo). 

Selain itu sejumlah desa juga telah diinisiasi untuk mengikuti jejak ketujuh desa terdahulu melalui jalur mandiri. Desa-desa tersebut diantaranya Sidomulyo, Kebonagung, dan Punjung (Kecamatan Kebonagung), Desa Tinatar (Kecamatn Punung), Desa Arjosari (Kecamatan Arjosari), Desa Nogosari (Kecamatan Ngadirojo), serta Desa Tegalombo (Kecamatan Tegalombo). 

"Itulah perlunya pembentukan desa tangguh bencana (Destana) agar masyarakatnya memiliki kemampuan mandiri dalam menghadapi segala potensi ancaman bencana," Jelas Hadi Sutrisno dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB pada seminar akhir pembentukan Destana. 

Lebih lanjut Hadi mengatakan, Dengan adanya Destana, masyarakat diharapkan mampu melakukan pemulihan diri dengan cepat ketika terjadi musibah bencana alam. Suatu desa atau kelurahan bisa dikatakan memiliki kemampuan serta ketangguhan terhadap bencana, yaitu ketika desa atau kelurahan tersebut mampu mengenali ancaman serta mampu mengorganisir diri beserta sumber daya yang dimilikinya.

"Dengan begitu, desa ataupun kelurahan tersebut bakal mampu mengurangi kerentanan sekaligus bisa meningkatkan kapasitas guna mengurangi segala risiko bencana," tambahnya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo menerangkan, Kegiatan pembentukan Destana diampu langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tujuannnya untuk menciptakan masyarakat yang siap dan tangguh menghadapi bencana. Artinya, mereka menjadi melek dan memahami, serta melakukan mitigasi bencana seperti yang telah digariskan. 

“Sehingga jika terjadi bencana waktu-waktu, masyarakat dapat secara mandiri menjalankan langkah-langkah mitigasi bencana untuk menghindari korban. Selain itu agar desa memiliki pionir-pionir upaya penanggulangan bencana alam,” tandasnya.(tyo)