Wartawan TVRI Nyaris Jadi Korban Oknum Perwira Polisi

By Redaksi 24 Des 2017, 17:26:20 WIBPublik

Wartawan TVRI Nyaris Jadi Korban Oknum Perwira Polisi

Keterangan Gambar : By Waluyo : Kapolres OKU, AKBP Dra NK Widayana Sulandari


Intipos.com, OKU (Sumsel) - Lagi-lagi, aksi perampasan aset dan menghalangi tugas jurnalistik nyaris kembali terjadi, sekali ini yang nyaris menjadi korbannya wartawan TVRI berinisial Win ketika melakukan peliputan diwilayahnya hukum Polres Ogan Komering Ulu (Oku) Sumatera Selatan oleh oknum Polisi inisial Cha berpangkat IPDA dengan jabatan Kanit Pidum Polres OKU.

Menurut keterangan Win, saat itu dirinya seperti biasa melaksanakan peliputan pembunuhan yang terjadi dekat rumahnya, sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), wartawan TVRI ini mengambil gambar, tiba-tiba Kanit Pidum Polres OKU Ipda Cha datang langsung menghampiri Win dengan menanyakan dengan nada tinggi.

" Kamu siapa, kamu kalau wartawan konfirmasi dulu ya sama polisi", tiru korban seraya mengatakan jika saat itu oknum perwira muda tersebut membentak dirinya dan mempermalukan dihadapan warga sekitar.

Lebih lanjut korban mengatakan jika perlakuan oknum polisi tersebut ternyata tidak hanya sampai disitu saja, seolah menantang kepada tugas wartawan dan oknum tersebut menanyakan ada lagi tidak wartawan lain selain Win.

Bukan hanya itu, oknum polisi itul bahkan memerintahkan anak buahnya untuk mengambil kamera yang dipegang oleh Wiwin saat itu, ada 3 orang anggota polisi mendekati saya dan memegang tangan saya untuk mengambil kamera saya.

Tapi tetap saya pertahankan karena kamera tersebut adalah aset saya. Kemudian salah satu anggota mengintimidasi saya dengan mengatakan hapusla gambar tersebut secara berulang-ulang, jelas Win

Wiwin mengaku terpojok, lalu meninggalkan lokasi secara diam-diam dari bidikan oknum polisi dan berusaha untuk mengamankan kameranya. Saat itu saya sudah terpojok saya meng-iyakan perintah polisi tersebut, namun saat polisi lengah saya langsung lari dan mengamankan kamera saya, ungkapnya.

Masih kata Win mengatakan jika kasus ini akan dilanjut kejalur hukum, " Ya sekali ini kasus mbimpanya akan saya bawa kejalur hukum, perkara nantinya diterima atau tidak laporanya, saya tetap akan bawa kasus ini jalur hukum, agar tidak ada lagi oknum-oknum seperti Charli ini bertindak seenaknya saja terhadap tugas jurnalistik," harap Wiwin mengakhiri perbincanganya (24/12).

Ketua PWI OKU Purwadi kepada awak media mengatakan menyayangkan sangat atas insiden menghalangi dan mengintimidasi tugas wartawan TVRI yang sedang melakukan tugas peliputan.  Dikatakanya, tidak semestinya oknum seorang polisi semacam itu, apalagi berpangkat perwira melakukan hal tersebut dan kami dari insan pers itu adalah mitranya.

Penyesalan lain juga diungkapkan oleh wakil ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten OKU, Herbert Perdamaian Nainggolan, dia mengecam sangat atas perlakuan oknum Kanit Pidum Polres OKU tersebut, menurutnya masih banyak cara lain untuk melarang tugas wartawan meliput.

Padahal yang bersangkutan melaksanakan peliputan seperti biasanya dan tidak melanggar kode etik jurnalistik. Ya kalau memang belum bisa di ekspos jangan bertindak arogan, ada tata cara yang baik pasti yang bersangkutan akan mengerti", tegas Herbert.

Herbert menambahkan, kasus ini bisa masuk dalam pelanggaran Undang-undang Pers Republik Indonesia nomor 40 tahun 1999 tentang pers dimana dalam BAB VIII pasal 18 ayat 1 tentang tindakan pidana yang berbunyi "Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah), jadi jangan main-main oknum perwira polisi tersebut, apalagi baru jadi perwira muda", cerca Herbert dengan nada kesal sangat.

Terpisah Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari saat dikonfirmasi awak media via telepon selularnya diatakan, jika dirinya sudah mendapat laporan terkait insident tersebut. " Ya kalau saya sudah mendapat laporan yang bersangkutan saya panggil, tapi belum bisa menghadap saya karena sedang bertugas dilapangkan mengejar pelaku kejahatan. Nanti ya biar tidak simpang siur", jawabnya. (waluyo/nor)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • Jasa Bangun Rumah

    Infonya sangat berguna bagi kami, Thank you. https://jasaseo.website | ...

    View Article
  • Custom Essay Service - Theessayhelp.co.uk

    A large portion of instructive data over various types of online journals don't ...

    View Article
  • Do my Assignment for me

    This post is sufficient to influence some person to comprehend this stunning thing, ...

    View Article
  • write my assignment uk

    I've appropriate chosen to assemble a blog, which I hold been inadequate to ...

    View Article