Warisan Sejarah Ditemukan Setelah Ada Warga Dimakan Buaya

By Redaksi 09 Nov 2016, 20:35:52 WIBNusantara

Warisan Sejarah Ditemukan Setelah Ada Warga Dimakan Buaya

Keterangan Gambar : By Waluyo : Warisan sejarah


Intipos.com Palembang - Gundukan 7 merupakan bagian dari Sejarah di Tanah Air itu baru ramai dibincangkan masyarakat, setelah ada peristiwa diketemukanya jasad almarhum Maulana yang setelah dicambik Buaya Muara Sungai Rengit beberapa waktu lalu.  Dari peristiwa tragis tersebut terbukalah adanya keberadaan 7 buah gundukan tanah yang terletak di bataran Muara Sungai di Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan yang kini Dihuni ratusan hewan reptil jenis buaya yang sangat buas bahwasanya ditempat itu diera penjajah tentara jepang menempatkan Meriam dan berbagai jenis senjata perang yang lainya dan Gundukan 7 itu dibuat oleh penduduk pribumi pada masa itu selama menjadi tahanan tentara Jepang sebagai Kerja Rodi (kerja paksa) di tahun 1941-1942.

Uniknya kawasan yang memiliki nilai sejarah Nasional itu baru diketahui setelah ada orang dimakan buaya, sehingga berkembang isu bahwa selain meninggalkan 7 gundukan yang terbuat dari tanah serta sebuah plat atau patok yang terbuat dari besi dengan bertuliskan bahasa jepang ,dibantaran Sungai Rengit Banyuasin ini juga terdapat sebuah tonggak pelabuhan yang diduga sebagai tempat mengikat kapal.

M.Zuhri alias Mat Koneng warga Kelurahan Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin ahli sejarah Gundukan 7 menjelaskan kawasan yang kini banyak dihuni buaya ganas itu kepada wartawan Rabu (9/11) gundukan 7 itu merupakan tempat pertahanan tentara Jepang dikala melawan tentara Belanda.

" Sejarahnya dibuat Gundukan itu untuk pertahanan tempur oleh tentara Jepang waktu melawan Belanda, makanya ada patokan sebagai pengikat kapal untuk bisa bersandar dan diduga juga ditempat itu masih banyak senjata tentara jepang yang disimpan ditempat itu", paparnya.

Adanya gundukan 7 itu sambung dia, penduduk pribumi yang menjadi tahanan tentara Jepang sebagai kerja rodi yang membuatnya. "Yang buat gundukan 7 itu orang kita sendiri waktu jadi tahanan Jepang, mereka dijadikan pekerja paksa dikasih makan sedikit dipaksa kerja keras", imbuhnya

Kadispora Pemkab Banyuasin Merki Bakri saat diminta konfirmasinya melalui Kabid Seni dan Budaya, Gunawan mengatakan Gundukan 7 itu belum terdata sebagai cagar budaya di Banyuasin.

"Kita belum tau adanya Gundukan 7 itu baru tahu dari informasi wartawan, kita akan cesepatnya mendata," ujarnya

Gunawan berjanji kedepan gundukan 7 itu akan kita dilakukan pengecekan dan pendataan untuk dijadikan cagar budaya di Kabupaten Banyuasin. (IP07)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • Nicktum

    [url=https://cialisq.com/]cialis where to buy[/url] [url=https://lasix40.com/]lasix[/url] ...

    View Article
  • Janetum

    [url=http://albuterolhf.com/]albuterol[/url] ...

    View Article
  • Suetum

    [url=https://albuterolhf.com/]albuterol[/url] [url=https://lasix40.com/]buy lasix[/url] ...

    View Article
  • Nicktum

    [url=https://lasix40.com/]lasix[/url] [url=https://prednisone20.com/]prednisone[/url] ...

    View Article