Warga Desa Gawang Pacitan Gelar Upacara Adat Baritan

By M. Ebiyanto Prayogo 08 Okt 2018, 18:58:01 WIBSeni & Budaya

Warga Desa Gawang Pacitan Gelar Upacara Adat Baritan

Keterangan Gambar : Kebudayaan dan adat tradisi baritan


INTIPOS.COM | PACITAN - Adat tradisi budaya leluhur memang harus di lestarikan, Semua itu bertujuan agar budaya lokal tidak tergerus dengan kemajuan teknologi moderen seperti saat ini, Seperti yang di laksanakan oleh warga Dusun Wati Desa Gawang Kecamatan Kebonagung Pacitan, Mengelar tradisi sedekah bumi atau yang lebih di kenal masyarakat adalah Baritan atau Wiridan.

Menurut Ketua Paguyuban Baritan Bari menjelaskan asal usul tradisi Baritan tersebut, Konon ceritanya, Masayarakat Dusun Wati Desa Gawang Kecamatan Kebonagung terkena wabah penyakit berkepanjangan (pageblug). Berbagai upaya untuk mencari kesembuhan tidak membuahkan hasil. Sehingga banyak warga masyarakat meninggal dunia karena terkena penyakit misterius itu. 

Karena melihat banyaknya masyarakat yang meningal dunia dan belum ditemukannya obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut, Akhirnya Ki Ageng Sureng Pati memerintahkan kepada warga masyarakay untuk melakukan Sedekah bumi, Yaitu dengan menyembelih kambing kendit, Atau jenis kambing yang memiliki lingkar warna putih pada bagian punggung sampai perut dan sepasang ayam tulak hitam, ayam hitam yang mempunyai bercak putih. 

“Berkat melakukan sedekah bumi yang notabene nya sebagai rasa syukur kepada Allah SWT, Seusai melakukan sedekah bumi tersebut, Warga kembali sehat dan musnahlah penyakit misterius yang telah menelan banyak korban tersebuy,” jelas Bari kepada pewarta usai acara Baritan, Minggu (07/10/2018).

Lebih lanjut Bari menuturkan, Walau kini warga masyarakat di Dusun tersebut sedang tidak mengalami pageblug seperti pada cerita ber abad-abad lalu. Namun warga masih tetap melaksanakan prosesi sedekah bumi yang diberi nama Baritan atau Wiridan.

"Tradisi ini tetap di lestarian sebagai budaya dan sejarah yang patut di jaga karena telah di laksanakan secara turun temurun, Serta sebagai sarana untuk mendekatkan diri pada Allah sang pencipta, Memohon perlindungan agar terhindar dari segala mara bahaya, di berikan keselamatan dan rejeki yang melimpah,"tuturnya.

Dengan berjalanya waktu, Upacara tradisi ini mengalami berbagai penambahan dan tidak sekedar memohon keselamatan, namun kini telah menjelma menjadi sebuah warisan kebudayaan yang tidak hanya dimiliki warga setempat, namun seluruh masyarakay di Kabupaten Pacitan.

Dalam pelaksanaanya selain prosesi kirim doa kepada Ki Ageng Sureng Pati lakon babad pada tanah gawang sebagai penghormatan, juga dilaksanakan do’a-do’a, bersholawat hingga kenduri juga ditampilkan berbagai macam tari-tarian serta atraksi oleh masyarakat setempat.

“Kita melibatkan seluruh masyarakat, dari anak hingga orang tua. Tujuanya agar kegiatan do’a dan kebudayaan ini tetap lestari dan terjaga, Sekaligus mengenalkan kepada generasi penerus agar jangan sampai lekang termakan oleh kemajuan teknologi moderen”tandasnya.

Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo memberi apresiasi dan menyampaikan rasa bangga kepada masyarakat Gawang yang senantiasa menjaga dan nguri-uri budayaan sehingga tetap eksis dan menjadi budaya unggulan Pacitan. Karena banyak kebudayaan pada satu kelompok masyarakat hilang karena derasnya arus globalisasi dan teknologi. Salah satu penyebabnya karena tidak ada regenerasi pada penerus.

“Seni budaya merupakan warisan adiluhung (kesenian yang bermutu tinggi) yang luar biasa, tugas kita bersama untuk menjaga dan melestarikanya,”ujar Wabup dalam sambutanya.

Yudi juga mengingatkan pada warga masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan menjelang pesta demokrasi yang dilaksanakan pada 2019 mendatang. Pacitan yang tenang, adem, ayem dan tetrem tersebut agar tetap terjaga. 

“Pilihan boleh beda, namun jangan menjadi alasan perpecahan,teetap guyup rukun serta aman dan kondusif,”harapnya.

Sunyoto Staf Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Paacitan menambahkan, Sampai saat ini Pacitan mempunyai delapan kebudayaan desa aktif, salah satunya adalah upaca adat Baritan. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga mempunyai beberapa upaya salah satunya memberikan fasilitas berupa bantuan untuk pengembangan. 

Sehingga upacara adat tersebut menjadi kegiatan wisata budaya yang dapat dinikmati warga masyarakat lokal serta masyarakat luar dan manca negara.

“Seperti upacara adat tradisi ini, Kita selalu menjalin sinergi agar bisa berjalan dengan baik segala kegiatan budaya yang ada di masing-masing desa atau daerah tersebut,”pintanya.

Turut hadir dalam acara itu, Ketua DPRD Ronny Wahyono, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Sunyoto, Camat Kebonangung Sugeng Widodo serta seluruh Kepala Desa di Kecamatan Kebonangung. 
(tyo).


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • ArchieBup

    [url=http://ms.clanhosting.cz/profile.php?lookup=890938]mi xeddatingsites.us.com[/url] ...

    View Article
  • Miatum

    [url=http://cafergotmedication.com/]cafergot[/url] [url=http://atenololmedication.com/]buy ...

    View Article
  • Janetum

    [url=http://furosemide20.com/]furosemide 40[/url] ...

    View Article
  • Jacktum

    [url=https://cafergotmedication.com/]cafergot[/url] [url=https://furosemide20.com/]furosemide ...

    View Article