Tempat Siswa PKL Berpotensi Jadi Tempat Eksploitasi Anak

By Redaksi 07 Des 2017, 07:13:43 WIBPendidikan

Tempat Siswa PKL Berpotensi Jadi Tempat Eksploitasi Anak

Keterangan Gambar : By L Siregar : gambar atas siswa PKL sedang bekerja dan gambar bawah Pekerja yang hanya duduk melihat siswa PKL


Berastagi/ Intipos.comEksploitasi anak adalah  sikap diskriminatif atau perlakuan sewenang-wenang terhadap anak. Hal ini biasa dilakukan oleh seseorang maupun sekelompok orang dewasa  untuk melakukan sesuatu demi kepentingan ekonomi, sosial ataupun politik. Pemerasan tenaga anak ini tentu tanpa memperhatikan hak-hak anak dalam mendapatkan perlindungan sesuai dengan perkembangan fisik, psikis & status sosialnya. Dengan kata lain eksploitasi anak dapat juga diartikan dengan  memanfaatkan anak secara tidak etis demi kebaikan ataupun keuntungan sendiri, orang lain, maupun kepentingan bersama.

Anak adalah seorang laki-laki atau perempuan yang belum dewasa dan perlu di lindungi agar terhindar dari yang namanya eksploitasi anak. Berdasarkan Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 1 ayat 1, Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Sedangkan menurut WHO, batasan usia anak antara 0-19 tahun.

Tepat pada pukul 14.55 di kota Berastagi sekitar pusat pasar, salah seorang pekerja yg ditanyai oleh awak media, PLN sedang melakukan penambahan tiang listrik beton, pria paruh baya itu menambahkan sedikit terkendala karena cuaca gerimis deras & angin kencang yg sudah berlangsung berjam-jam.

Pantauan awak media, pengorekan lubang dilakukan oleh beberapa siswa PKL dari SMK Negeri 1 MERDEKA terlihat di tengah guyuran gerimis deras & angin kencang dimana pakaian serta perlengkapan yg mereka gunakan basah kuyup, para siswa tersebut diketahui sedang PKL di PT. KARYA BANGUN.

Namun hal memalukan ditunjukkan olek beberapa pekerja yang gunakan perlengkapan safety tersebut. Di saat siswa PKL sedang melakukan penggalian, terpantau oleh awak media para pekerja tersebut duduk berteduh di salah satu warung kopi tak jauh dari siswa PKL yang melakukan penggalian.

Menyadari ada awak media memantau pekerjaannya, para pekerja langsung pindah tempat ke titik pengorekan lainnya. Dimana terpantau oleh awak media 1 truk yang mengangkut tiang beton, 1 bus isuzu elf berlogo Petir Khas PLN, dan dikawal oleh 1 personil Polisi yang memakai jaket hitam dan membawa HT di kantong celananya yang diketahui bertugas di Lalulintas Polsek Berastagi.

Salah seorang warga bapak Harahap yang menyaksikan kegiatan tersebut berkomentar "ginilah di negeri kita ini hujan gerimis pun tetap digeber kerja itu, padahal kan kerja harus perhatikan kesehatanlah". Menanggapi yang melakukan pengorekan tanah adalah siswa PKL dan yang duduk berteduh pekerja yang bukan PKL, Bapak Harahap dengan ekspresi terkejut "yah lucu kali ini, yang duduk itu lah harusnya menangani bukan malah siswa PKL,  makan gaji buta jadinya mereka".

Ibu Tarigan yang sedang berteduh bersama anaknya juga berkomentar "Kasian sekali Siswa PKL itu, dari tadi hujan-hujan mereka tetap bekerja, sementara yang seharusnya bekerja malah malah duduk minum kopi, siswa PKL kan untuk dapat ilmu sambil belajar bukan untuk sakit, gitu dari tadi ditahan orang itu (siswa PKL) gerimis bisa sakit nanti" tutupnya. (L.Siregar)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir