Tangkap Baby Lobster 13 Nelayan Diamankan Polisi

By M. Ebiyanto Prayogo 05 Apr 2018, 22:07:23 WIBHukum

Tangkap Baby Lobster 13 Nelayan Diamankan Polisi

Keterangan Gambar : By Tyo


INTIPOS.COM / Pacitan - Solidaritas Para nelayan dari Kecamatan Kebonagung, Ngadirojo, dan Sudimoro, mendatangi Mapolres Pacitan, Menyusul ditangkapnya 13 nelayan yang diduga menangkap baby lobster untuk diperdagangkan.

Para nelayan yang di amankan pihak Polres Pacitan adalah Heru, Suryanto, Sujamil, Eko, Ari, Tri Boleo Selamet dan Supri yang diketahui sebagai warga Desa Godek Wetan, Kecamatan Tulakan. Sedangkan dua nelayan dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo adalah Begok dan Muridan. Sedangkan dua nelayan atas nama Eko dan Dian juga tercatat dalam kelompok nelayan tersebut yang berperan sebagai penghitung benur.

Sebelum digelandang ke Mapolres, belasan nelayan itu diduga tengah mencari baby lobster di Perairan Tawang. Saat diamankan dari tangan mereka berhasil diamankan 2.000 ekor benur yang ditengarai hendak diperjualbelikan.

Mendapati ada tindakan pelanggaran hukum, sejumlah petugas mengamankan belasan nelayan tersebut untuk dimintai keterangan di Mapolres.

"Satu jam berselang, secara spontanitas kami mendatangi Mapolres untuk menggelar aksi unjuk rasa. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas nelayan. Kami meminta agar rekan kami dibebaskan," kata Handoyo Aji, koordinator aksi unjuk rasa nelayan, Rabu (4/4/2018) malam.

Saat berada di Polres Pacitan, ratusan nelayan sempat menggelar orasi. Mereka menuntut agar belasan rekannya dibebaskan. 

"Tolong bebaskan teman kami. Kami butuh makan jangan halangi kami untuk mencari benur (baby lobster). Nyawa kami sebagai taruhan demi perut, kami ini masyarakat kecil hanya butuh makan," teriak sejumlah peserta aksi.

"Saya harapkan teman-teman semuanya jangan emosi. Mari persoalan ini diselesaikan dengan kepala dingin, kita sama-sama sudah mendengar dari pihak Polres sudah menjembatani untuk membantu menyelesaikan masalah ini," sahut Darno, salah seorang peserta aksi.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta agar pihak polres bijak dalam menyikapi persoalan tersebut. 

"Kami di sini berkumpul dalam rangka meminta kepada Polres Pacitan untuk bisa membebaskan 13 orang teman kami yang telah ditangkap di tengah laut dengan alasan menangkap nener," jelasnya.

Menanggapi tuntutan para nelayan, Wakapolres Pacitan Kompol Hendri meminta agar massa bisa menahan emosi. 

"Permasalah ini mari kita selesaikan dari bawah untuk mencari solusi dan jalan keluarnya. Bagi para nelayan yang kami tangkap, masih sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.

Sebelum permasalahan ini muncul, lanjut Wakapolres, sebenarnya sudah dilakukan upaya persuasif untuk menyelesaikan masalah penangkapan baby lobster tersebut. Sebagaimana rencananya, polisi akan mengadakan cangkruan bersama Kapolres, KKP dan Bupati Pacitan guna mencari solusi permasalahan yang ada di lapangan berkaitan dengan penangkapan benur.

Sementara Kapolsek Tulakan AKP Waluyo menjelaskan jika larangan pencarian benur tersebut bukan dari Polisi, melainkan Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

"Bukan kami (Polisi) yang melarang. Kami hanya menjalankan amanah undang undang," tegasnya.

Permasalahan ini akan dikoordinasikan dengan Menteri Kelautan sebagai pihak pembesut aturan guna dicarikan solusi.

 "Saya harapkan nelayan mentaati hukum. Ke depan akan kita selesaikan masalah ini dengan mendatangkan Kementerian Kelautan untuk bisa memberikan wawasan kepada nelayan tentang komoditas apa saja yang bisa dimanfaatkan dari hasil laut," tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Imam Bukhori mambahkan, Setelah kita lakukan pemeriksaan, Sebanyak 10 nelayan akhirnya dipulangkan, Sedangkan untuk tiga nelayan lainnya masih menjalani proses hukum. 

"Untuk 10 orang nelayan akan kami pulangkan ke rumah masing-masing dalam keadaan sehat. Sedang 3 orang lainnya masih kami tahan untuk pengembangan lebih lanjut. Adapun 3 orang yang masih kami tahan atas nama Prayitno/Holobo (Bos benur), Eko dan Dian," timpalnya.

Pada prinsipnya polisi adalah penegak hukum dan membantu melayani dan melindungi masyarakat. Jadi Jadi polisi jangan dianggap sebagai penindas masyarakat. Petugas tidak akan mencari kesalahan nelayan dan tidak akan memproses nelayan yang tidak bermasalah.

"Kalau tiga orang tersebut memang tidak terbukti bersalah, polisi pasti akan membebaskan mereka," janjinya.(tyo)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • Panaboard

    Haruslahh, kalau gk di monitoring, bakala bocor dana angaran dari pemerintah di ...

    View Article
  • Benefits of Cheese

    A debt of gratitude is in order for sharing the information, keep doing awesome... I ...

    View Article
  • Milk

    Nice blog and absolutely outstanding. You can do something much better but i still ...

    View Article
  • Dates

    I really enjoyed reading this post, big fan. Keep up the good work andplease tell ...

    View Article