Polrestabes Medan Diduga Tutup Mata Tentang Prilaku Oknum
Salah Tangkap Dan Menyebabkan Nyawa Korban Melayang

By M. Ebiyanto Prayogo 19 Okt 2018, 06:42:09 WIBPeristiwa

Polrestabes Medan Diduga Tutup Mata Tentang Prilaku Oknum

Keterangan Gambar : Keluarga Korban baru selesai Membuat Laporan Ke Propam Polda Sumut


INTIPOS.COM | BELAWAN - Keluarga S. Malau, selaku korban yang di duga salah tangkap oleh oknum Satresnarkoba Polrestabes Medan tidak terima atas tindakan yang dilakukan kepada korban sehingga berujung maut. Dengan mendatangani Polda Sumut, Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Propam Poldasu guna menuntut keadilan.


"Saya melaporkan kasus ini karena abang saya S.Malau telah menjadi korban yang diduga salah tangkap oleh kepolisian. Bahkan dia Tewas akibat tuduhan yang belum terbukti benar itu," beber Salma, wanita yang mengaku sebagai Adik Korban S. Malau, kepada wartawan di Medan, Selasa (16/10).

Salma br Malau didampingi suami Jupatril Sinaga mendatangi Mapolda Sumut guna melaporkan ke Propam atas kasus dugaan salah tangkap yang mengakibatkan kematian Abang kandungnya oleh seorang oknum anggota polisi yang bertugas di Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan.

Informasi yang dihimpun media ini bahwa Satresnarkoba Polrestabes Medan yang dipimpin oleh Iptu Nur Istiono dan Iptu Tengku berserta anggota, pada Senin (09/07/2018) pukul 23.30 wib Lalu, melakukan razia dadakan di Jalan Lintas Sumatera tepatnya Pangkalan Berandan, Langkat, guna menangkap pelaku pembawa narkotika.


Namun target yang dicari ternyata salah tangkap yang menyebabkan kematian terhadap korban bernama S. Malau, dengan mencegat mobil yang tengah melintas dibadan jalan tanpa memindahkannya dahulu kepinggir, sehingga mobil lain dari arah yang sama lepas kendali dan menyerodok kendaraan abang kami sehingga nyawanya melayang.


Atas kejadian tersebut, salah satu keluarga korban tidak terima atas kelalaian yang diperbuat oknum polisi terhadap korban. Salma Br. Malau didampingi Suami Jupatril Sinaga, melaporkan hal tersebut ke Propam Polda Sumut, Selasa (16/10) siang. 

“Kami resmi mengadukan dua oknum polrestabes Medan yang bertugas di Satuan Reserse Narkoba, bernama Iptu T dan NI. Keduanya kami anggap lalai, karena ketika razia yang dilakukan di Pangkalan Brandan, ternyata salah, Proses penangkapan tidak beralasan secara hukum, karena tidak ada bukti permulaan yang cukup. Penangkapan juga tidak didahului oleh pemeriksaan alat bukti yang mengarah dan diduga tak sesuai SOP sehingga menyebabkan kematian terhadap saudara saya S.Malau,” kata Salma kepada media ini saat mendampingi keluarga korban.


Salma menjelaskan kronologis kejadian bermula, saat mobil kijang krista BK 1768 PD milik S Malau dicegat oknum Satnarkoba Polrestabes Medan yang dipimpin oleh Iptu NI dan Iptu T, pada 9 Juli 2018 sekira pukul 23.30 wib. Oleh polisi, seisi mobil diperintahkan agar turun. Mereka yakni Nelson Sitanggang, Herialdi, Kristian, dan Abang Saya S. Malau (korbantewas).

Setelah itu ketiganya dianiaya polisi sementara abang kami S. Malau mau turun dari mobil. Mobil itu tetap diberhentikan di badan jalan, Pas waktu oknum polisi itu melakukan pemeriksaan dan penganiayaan, tiba-tiba datang mobil Innova dengan plat BL 1653 FD, dan langsung menabrak mobil kami Kijang Krista dengan plat BK 1768 PD. Mobil itu ringsek dan jatuh keparit, dan abang saya yang masih ada di dalam mobil meninggal dunia,” jelas Salma. 


Masih kata Salma, pada saat terjadinya kejadian petugas dari Satnarkoba Polrestabes Medan yang dipimpin Iptu NI dan T masih berada dilokasi, namun mengabaikan abang saya yang sudah tewas terkapar didalam mobil.

“Selanjutnya mereka semua yang tersisa dilokasi akan diperiksa polisi dan dibawa ke Polsek Pangkalan Brandan. Sedangkan abang saya dibawa oleh Satlantas bernama Pak Hombing, dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas. Akhirnya setelah diperiksa di Polsek, mereka yang dibawa tadi dinyatakan tidak bersalah pada 10 Juli 2018. polisi mempersilahkan keluarga untuk membawa jenazah abang saya itu,” kata Salma. 

Salma menuturkan, bahwa kejadian itu telah dilaporkan ke Polres Langkat(16/07/2018). Himbauan Polres Langkat saat itu, agar melaporkan perkara tersebut ke Polrestabes Medan, karena personil bukan anggota Polres Langkat. 

“Kami pun melaporkan kejadian itu,  (21/07/2018), tapi sayangnya tidak ada hasilnya. Salah satu yang kemarin salah tangkap bernama Nelson melaporkan kejadian ke Polrestabes Medan karena polisi itu ada melakukan pemukulan dan penganiayaan sehingga kepalanya bocor akibat dihantam gagang senpi. Sayangnya tanpa kami ketahui dengan dimediasi pihak Propam Polrestabes Medan yang di pimpin Bapak Juliansyah, mereka berdamai dengan memberikan uang sejumlah 50JT untuk masalah penganiayaan, tetapi kami pihak keluarga korban S. Malau tidak ada pemberitahuan sekaligus tidak ada pertanggung jawaban pihak Kepolisian Polrestabes Medan, Kami keluarga korban S. Malau dianggap bodoh, Kami Seluruh Keluarga Korban atas nama S. Malau Menuntut Oknum Polrestabes Medan yakni Bapak Iptu NI dan Iptu T beserta anggotanya yang melakukan salah tangkap atas kelalaian dalam tugasnya yang mengakibatkan keluarga kami abang saya S. Malau meninggal dunia,” ungkap Salma. 


Salma meminta agar pihak Polrestabes Medan dalam hal ini Iptu NI dan T, bertanggung jawab atas kelalaian serta perbuatan salah tangkap yang menyebabkan kematian terhadap abang saya S. Malau, dan meminta Kapolda Sumut berikan perlindungan hukum.  

“Kami keluarga besar Malau (anak Alm. A. Malau Kapolsek Sawit Seberang era 1980) meminta bapak Kapolda Sumatera Utara dan Kapolrestabes Medan untuk segera memberikan tindakan tegas kepada kedua petugas Satnarkoba itu, dan meminta pertanggung jawabannya didepan hukum dan perundang-undangan, jika kasus ini tidak ditindaklanjuti saya akan lanjutkan laporan ini ke Komnas Ham Pusat, Propam Mabes Polri, Bareskrim Mabes Polri, Dan Ke Presiden RI, saya tak peduli. saya disini hanya meminta keadilan hukum," pungkas Salma.

Hingga berita ini ditayangkan, Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP. Raphael Sandhy Cahya Priambodo, ketika dikonfirmasi tidak dapat memberikan jawabannya.(ebi) 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • Jacktum

    [url=https://buyzithromaxonline.com/]zithromax[/url] ...

    View Article
  • Miatum

    [url=http://albendazoletablets.com/]where to buy albendazole[/url] ...

    View Article
  • Suetum

    [url=https://celebrex200.com/]generic celebrex[/url] ...

    View Article
  • Suetum

    [url=https://buyzithromaxonline.com/]buy zithromax 500mg[/url] ...

    View Article