Penanganan Bencana Sinabung Dianggap Gagal,Gubsu Dan Bupati Karo Kunker Ke Jepang

By Eddy Surbakti 02 Des 2017, 20:35:50 WIBPublik

Penanganan Bencana Sinabung Dianggap Gagal,Gubsu Dan Bupati Karo Kunker Ke Jepang

Keterangan Gambar : Dok foto humas protokoler Pemkab Karo


Tanahkaro, Intipos.com - Kabar yang beredar dimedia sosial terkait keberangkatan kepala daerah bersama Gubernur sumatera utara Tengku Erry Nuradi, dan salah satunya adalah Bupati Karo Terkelin Brahmana SH.

Hingga kini daerah Kabuaten karo masih mengalami bencana Erupsi Gunung Api Sinabung yang sudah berjalan kurang lebih 6 tahun dan dianggap oleh berbagai pihak yang menilai didalam penanganannya telah mengalami kegagalan, Kelima kepala daerah tersebut melakukan kunjungan kerja (kunker) terkait Studi Banding Kebencanaan di Gunung Asama Volcano Jepan, Rabu (29/11) s/d Minggu (3 /12).

Ketika hal ini dikonfirmasi melalui Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Karo Joko S melalui nomor selulernya 2 desember 2017,mengatakan dan membenarkan keberangkatan Bupati Karo ke Negara Jepang terkait Menyangkut masalah Penanganan Bencana,ujar Joko S secara singkat dan mungkin belum mendapat informasi tentang hasil yang didapat dari Kunker ke Jepang untuk diterapkan didalam Penanganan bencana dikabupaten karo, sebab tanggal 3/12 esok hari Bupati Karo baru kembali dari Jepang, dan mungkin Pemkab Karo mengambil contoh dari cerita Sejarah Gunung Asama yang meletus di tahun 1783 yang menewaskan kurang lebih 35 ribu jiwa.

Informasi yang didapatkan Tim media dari keterangan Pers Humas Pemprov Sumut ,kamis 30/11/2017 bahwa Kelima kepala daerah tersebut adalah Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu dan Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk,serta rombngan yanf turut serta juga Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis dan Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring," 

Sementara itu Warga Brastagi Hidayat menanggapi keberangkatan Bupati karo yang diketahuinya melalui Media Sosial (Medsos),2/12 di Brastagi mengatakan mengapa baru sekarang dilakukan Studi Banding Penanganan Kebencanaan itu, setelah terjadi kegagalan dalam penaganan Bencana Erupsi Gunung Api Sinabung ini, bertahun tahun sudah Bencana ini berjalan, dan hingga kini terus saja masih terdapat permasalahan yang tak kunjung selesai.

Masih saja ada warga Pengungsi yang menuntut kejelasan Hak hak nya, belum lagi masalah Pembangunan Relokasi Mandiri dan banyak lagi Persoalan persoalan yang menyebabkan menambah Penderitaan para Pengungsi, ujarnya.

M Ginting warga Brastagi yang mana memiliki kerabat sebagai Pengungsi Erupsi Sinabug menjelaskan bahwa kegagalan itu semua sudah terjadi dan terlewati, kini warga karo khususnya juga para Pengungsi harus mendukung Pimpinan Daerah ini yang melakukan Studi Banding Penanganan Kebencanaan ke Jepang dan kita harus tunggu sepulang dari Jepang nantinya Gubernur Sumut dan Bupati Karo harus sudah bisa memberi Solusi yang tepat untuk segera menuntaskan Persoalan Persoalan yang Ditimbulkan akibat Bencana Erupsi Gunung Api Sinabung ini, dan mudah mudahan kepergian Pimpinan Pimpinan Daerah disumut ke Negara Jepang Tidak hanya Berkunjung dan Bertamasya saja, ujar Ginting menambahkan. (IP09)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir