Komnas HAM Investigasi Peristiwa Penganiayaan Warga dan Wartawan Oleh Anggota TNI AU

By Redaksi 20 Agu 2016, 04:01:02 WIBHukum

Komnas HAM Investigasi Peristiwa Penganiayaan Warga dan Wartawan Oleh Anggota TNI AU

Keterangan Gambar : logo komnas HAM


Intipos.com Medan - Tim investigasi Komisioner Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) disambut warga Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, pasca bentrokan dengan puluhan anggota TNI AU Lanud Soewondo, Medan.

Selain itu, kedatangan Komnas HAM disambut warga dengan lagu Indonesia Raya. Dimana dalam insiden bentrok itu mengakibatkan dua wartawan dan puluhan warga terluka.

“Mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya, karena kita juga berhak untuk merdeka, merdeka dari segala intimidasi,” kata Emi (55) seorang warga sembari menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan berurai air mata menyambut kedatangan Komisioner Komnas HAM yang melakukan Investigasi, Jumat (19/8).

Menurut warga, kemerdekaan itu hak semua masyarakat tanpa terkecuali yakni berhak menduduki tanahnya sendiri dan hidup di atas tanah sendiri.

“Ini kedaulatan rakyat, bukan kedaulatan aparat yang mengintimidasi. Lagu ini sebagai bentuk persatuan untuk melawan penjajah, kalau dulu lawan rakyat adalah tentara Jepang, Belanda dan Inggris. Tetapi sekarang, kami justru dijajah oleh Tentara Indonesia,” ujarnya sembari berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

Sebab, sambung dia, akar masalah yang menjadi sumber malapetaka itu berawal dari tanah seluas 256 Hektar (Ha) yang saat ini dikuasai oleh masyarakat dengan surat kepemilikan sebagaimana dalam putusan Mahkamah Agung (MA) serta Instansi lainnya. Namun, akan diambil TNI AU Lanud Soewondo.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, mengatakan pihaknya akan serius melakukan pemeriksaan dan melihat kondisi para korban keganasan para prajurit TNI AU yang melakukan pengrusakan baik terhadap rumah warga maupun penistaan Masjid di dua lokasi di kawasan itu.

Dijelaskannya, Komnas HAM menginginkan adanya kedamaian yang berkeadilan bagi masyarakat Indonesia khususnya warga Kecamatan Sari Rejo.

“Komnas HAM tidak mau ada pertikain karena kita menginginkan kedamaian. Setelah ini kami akan mengeluarkan rekomendasi agar warga berhak menduduki tanahnya semua data sudah kami dapatkan tinggal pemeriksaan warga yang menjadi korban,” terang Natalius sembari disambut tepuk tangan oleh warga, khususnya kalangan ibu-ibu.

Terpisah, tim Investigasi dari TNI AU yang dipimpin Komandan Polisi Militer (Danpom) Koops AU I, Kolonel POM Bambang Suseno, mengungkapkan saat ini tim Investigasi baik dari Mabes TNI maupun dari TNI AU sedang bekerja untuk mencari fakta terjadinya peristiwa tersebut. (red/wl)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • Liverpool

    Wow artikel luar biasa dan fantastis teman saya kerja bagus dan semoga sukses untuk ...

    View Article
  • Liga Inggris

    Masih kami tunggu info selanjutnya... Thanks! ...

    View Article
  • Prediksi Bola

    Masih kami tunggu info selanjutnya... Thanks! ...

    View Article
  • CryptoNorp

    Bitcoin normalmente relacionam-se a equipe digitais de dinheiro. Ela vive exclusivamente ...

    View Article