Ibu Tumini Penerima Program Keluarga Harapan Tolak Dana Yang Sudah Cair

By Redaksi 13 Apr 2018, 06:09:34 WIBSosial

Ibu Tumini Penerima Program Keluarga Harapan Tolak Dana Yang Sudah Cair

Keterangan Gambar : By L Siregar : Tumini saat ditemui tim awak media intipos.com di jambur desa (DSM)


Intipos.com | Tanah Karo - Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial, sejak tahun 2007 Pemerintah Indonesia telah melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH). Dimana Program serupa telah dilaksanakan dan cukup berhasil di beberapa negara yang dikenal dengan Conditional Cash Transfers (CCT) atau bantuan tunai bersyarat, ungkap Sukacita Br Barus,SPd pada saat pertemuan rutin anggota penerima PKH di Losd Desa Gajah Senin 16/4 yang dihadiri juga oleh Kepala Desa Gajah Erguna Karo-karo dan sekdesnya Setorot Karo-Karo

Selanjutnnya Suci panggilan akrap Sukacita, Pendamping PKH Kecamatan Simpang empat ini menjelaskan bahwa PKH bukan kelanjutan program Subsidi Langsung Tunai (BLT) yang diberikan dalam rangka membantu rumah tangga miskin mempertahankan daya belinya pada saat pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM.  Namun PKH lebih dimaksudkan sebagai upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin. Dengan PKH diharapkan Rumah  Tangga Sangat Miskin (RTSM) penerima bantuan memiliki akses yang lebih baik untuk memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi termasuk menghilangkan kesenjangan sosial, ketidakberdayaan dan keterasingan sosial yang selama ini melekat pada diri warga miskin tegasnnya.

Suatu hal yang sangat istimewa kami temukan di Desa Gajah ini adalah jiwa mulia dari seorang ibu yang bernama Tumini warga yang tercatat sebagai penerima PKH yang  sampai saat ini menolak untuk mengambil dana yang sudah ditransfer melalui Bank, sementara banyak warga yang protes namanya tidak masuk daftar penerima bahkan ada juga warga yang masih sedikit lebih mampu darinya tetap menerima dana PKH .  Ketika ditanya alasan penolokannya, Tumini menjelaskan bahwasannya dia sudah mampu membeli sebidang tanah dan membangun rumah sederhana, "kalau dulu saya memang masih ngontrak dan bekerja sebagai aron (kuli tani) sehingga saya terdata sebagai penerima PKH, lagian anak saya juga cuman satu yang masih sekolah", Tungkas tumini tersipu malu"

Penolakan yang dilakukan bukan hanya sebatas tidak mengambil uang yang sudah di transfer ke rekening yang bersangkutan, namun permohonan untuk dikeluarkan dari daftar penerima PKH juga sudah dilakukan beberapa kali, namun nama ibu ini tetap saja muncul didaftar penerima. Kami Petugas Lapangan, Kepala Desa, Camat juga Dinas Sosial tidak dapat berbuat banyak soal data ini, karena kami hanya melakukana pendataan, menyampaikan laporan dengan bukti fisik namun keputusan final tetap menjadi kewenangan Kementerian sosial terang Suci.(Landro Siregar)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • beekmompouse

    pharmacy cost comparison <a href=http://canadianpharmaciesnnm.com/>canadian pharmacy ...

    View Article
  • Regechpouse

    canada pharmacies prescription drugs <a ...

    View Article
  • beekmompouse

    canadian mail order pharmacies <a href=http://canadianpharmaciesnnm.com/>canada ...

    View Article
  • Regechpouse

    compare rx prices <a href=http://canadianpharmaciescubarx.com/>canadian pharmacies ...

    View Article