Genjot Hasil Padi Pemkab Sambas Terapkan Teknologi Hazton

By Redaksi 04 Nov 2016, 09:35:30 WIBEkonomi

Genjot Hasil Padi Pemkab Sambas Terapkan Teknologi Hazton

Keterangan Gambar : By Ngadri : Tanam padi serentak menggunakan teknik hazton di Desa Twi Mentibar


Intipos.com Pontianak — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jumat, (4/11) melakukan tanam padi serentak menggunakan teknik hazton di Desa Twi Mentibar, Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas.

Ditemui disela—sela melakukan penanaman serempak secara simbolis pengembangan tehnik Hazton yang dilakukan di Sambas, Kepala Balai Benih Induk Padi Tanaman Pangan Dinas Pertanian TPH Kalbar, Anton Kamaruddin, mengatakan Kabupaten Sambas daerah penerima bantuan terbesar dengan luasan tanam dalam pengembangan teknik hazton dalam usaha meningkatkan hasil yang lebih baik.

Anton menjelaskan, di tahun 2016 Sambas mendapat luasan tanam dari APBN untuk pengembangan teknik hazton seluas 10 ribu hektar.

"Tehnik hazton ini sudah dikembamgkan ementara untuk seluruh Indonesia pengembangan hazton sudah diterapkan di 24 provinsi. Kalbar sendiri mendapat jatah luasan tanam 45.500 hektar," kata penemu tehnik hazton ini.

Lebih jauh dijelaskanmya bahwa teknik hazton bukanlah merupakan bibi super atau bibit unggul. Namun hazyon merupakan sebuah cara (tehnik) bertanam padi dengan mengubah pola jumlah bibit padi yang semula tiga induk menjadi 25- 30 induk padi. Sementara dalam perawatannya sama saja dengan tanaman padi lainnya yang perlu dipupuk ,di pelihara dan dijaga dari hama dan lainnya.

"Tehnik hazton ini mudah dan saya yakin  semua petani bisa menerapkannya. Hasil teknik itu minimal dua kali lipat dari cara tanamnya," kata Anton.

Selain itu kata Anton, keunggulan hazton selain produktivitasnya dapat meningkat dan menghematkan, baik biaya maupun pekerjaan. Dengan hazton petani tidak ribet untuk menyiang gulma, indukan padi tahan keong dan masa tanam lebih cepat dua minggu bila dibandingkan dengan tehnik tanam padi yang biasanya.

Namun demikian kata Anton, dalam pengembangan tehnik hazton ini, yang perlu diperhatikan para petani yakni saat penyemaian pada akar bibit jangan dicuci. Sebab menurutnya kebanyakan kebiasaan para petani tanah pada akar bibit padi dibersihkan padahal itu justru membuat padi stres.

"Agar penerapan hazton ini maksimal memang perlu penyuluhan yang maksimal. Kita mendorong itu agar SOP benar- benar dilaksanakan dan hasil dapat dirasakan secara maksimal pula," katanya

Ia optimis dengan teknik hazton yang sudah mulai banyak diterapkan masyarakat Kalbar akan mendorong Kalbar terus menjadi surplus bahan pokok ini, khususnya beras dan dan Kalbar dapat menjadi lumbung padi.

"Setelah kita kembangkan tehnik hazton ini, dapat dilihat hasilnya produksi padi tertinggi itu di Kabupaten Kayong Utara. Dengan hasil dalam 1 hektar mencapai 16, 8 ton. Semula rata- rata produktivitas padi hanya kisaran 4 ton. Melihat hasil yang ada kita yakin Kalbar bisa menjadi lumbung padi khususnya untuk pulau Kalimantan," tandasnya.

Pemerintah Kabupaten Sambas sangat berminat menerapkan metoda teknologi penanaman Haston yang sudah dalam tiga tahun terakhir ini mampu meningkatkan hasil panen para petani.

Kepala Dinas Pertanian dan peternakan kabupaten Sambas Musanif, mengatakan, dengan penerapan metode tehnik penanaman Haston ini maka ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Sambas nampak semakin kuat.

"Tehnik Hastom ini kita yakini bisa meningkatkan produksi dan produtifitas hasil garapan para petani yakni tanaman padi," tutur Musanif saat ditemui di Desa Twi Mentibar Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas.

Dia menegaskan metoda Haston ini sudah tiga tahun diterapkan di Kabupaten Sambas. Walau penerapan metode Haston ini belum dalam sekala besar, diakuinya hasil didapat para petani cukup mengembirakan dibandingkan dengan pola penaman pada yang konvensional.

"Kalau bisanya para petani kita hanya mendapatkan padi sekitar tiga hingga tiga setengah ton. Namun dengan penanaman teknik Haston di tahun kemarin hasilnya dapat mencapai tujuh ton, dalam sekali panen dari 500 Ha lahan sawah di tiga lokasi yakni di tebas, Semparuk dan Selakau,"katanya.

Dia menambahkan, saat ini secara keseluruhan potensi lahan sawah di Sambas luas tanamnya bisa mencapai 100.010 ton dengan luas sawah 68.800 per tahunnya.

Sementara itu produktivitas sesuai data BPS tahun 2015 yakni mencapai 2,9 ton perhektar gabah kering giling. "Tahun 2016 ini kita belum tahu angkanya. Namun Saya optimis dengan banyaknya masuk padi hazton sistem teknologi ini maka produktivitas padi Kabupaten Sambas  akan semakin meningkat. 

(IP10) 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • RaymondGat

    Porn. <a href=http://www.nastyxxxlinks.com/>http://www.nastyxxxl inks.com/</a> ...

    View Article
  • storspelare bonus

    Superb examining .Thanks for sharing. It's late finding this show up. ...

    View Article
  • Sewa Mobil Surabaya

    Info yang sangat bermanfaat, sangat membantu pengetahuan kami.. ...

    View Article
  • aplikasi penjualan

    Sistem aplikasi elektronik terintegrasi memang sangat bagus untuk segala hal. Mungkin ...

    View Article