Beredar Makan Berlabel ‘Halal’ Dewan Minta Dinas Tinjau Lokasi Pembuatan

By Redaksi 29 Sep 2016, 19:45:23 WIBKuliner

Beredar Makan Berlabel ‘Halal’ Dewan Minta Dinas Tinjau Lokasi Pembuatan

Keterangan Gambar : salah satu produk berlebel halal


Intipos.com Sekadau (Kalbar) - Konsumen diresahkan dengan label halal yang tertera di salah satu kemasan produk makanan, pentol bakso ayam yang di jual di Pasar Sekadau. Pasalnya, konsumen khawatir jika olahan pentol tersebut tidak sesuai.

Diungkapkan salah seorang konsumen  Iskandar (44) saat itu dirinya hendak membeli sayuran. Namun, rupanya ia tak sengaja membeli pentol bakso ayam yang dijual ditempat tersebut.

Tapi, rupanya ia tak menyadari jika dalam kesamasan pentol bakso itu bertuliskan label halal. “Saya kaget lihat label halal itu. Setahu saya label halal tertera dengan MUI. Ini tidak, hanya tulisan halal biasa,” ujarnya, pada Kamis (29/9).

Dengan kondisi seperti itu dirinya khawatir jika bahan campuran pembuatan pentol bakso tersebut tidak sesuai. Sehingga, ia pun meminta agar dinas terkait cepat tanggap dengan beredarnya barang makanan yang berlabelkan halal bukan dari MUI.

“Kami minta dinas terkait jangan tutup mata dengan hal ini. Karena kami tentunya ingin ada jaminan jika barang yang kami beli layak dimakan. Kalau tidak tentu sangat merugikan kami sebagai konsumen,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Sekadau Kiai Mudhlar mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik usaha untuk mendapatkan label halal atau sertifikasi jaminan halal. Dikatakan Mudhlar, nanti akan ada auditor yang akan menyampaikan ke LPPOM MUI Provinsi Kalbar di Pontianak.

“Tentu akan ditinjau dulu, bahan bakinya apa saja. Langsung dilakukan audit, bagaimana proses pembuatan, pengolahan,” kata dia.

Untuk itu, ia mengimbau kepada pengusaha yang ingin mendapatkan label halal MUI agar mengajukannya. Hal itu, kata dia, tentunya harus ada kemauan dari pengusaha untuk mengajukan agar bisa mendapatkan sertifikasi halal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sekadau Isdianto, pihaknya juga akan melihat dan dimana produksinya ke lapangan. “Jika ada campuran-campuran jelas tidak halal. Kita baru dengar dan akan meninjau kelapangan,” ujarnya singkat.

Terpisah, Muslimin Anggota DPRD Kabuapten Sekadau setelah mendengar informasi tersebut meminta dinas terkait untuk menindaklanjutinya ke lapangan. Ia pun mengungkapkan kekecewaan kepada pedagang yang dengan mudahnya menyertakan label halal pada bahan dagangannya.

“Dinas terkait lakukan sidak dan harus diketahui dari mana label itu berasal dan bagaimana proses pembuatannya,” pintanya.

Long Amin, sapaan Muslimin mengatakan, jika status dagangannya tidak jelas dan mereka tidak mendapatkan label halal itu kepada instansi yang bersangkutan. “Tutup saja dagangannya mereka dan tarik peredaran barang karena kita tidak mengetahui apakah bahan bakunya dibuat dengan proses halal atau tidak. Maka harus ditegaskan dari dinas,” tandasnya. (Yahya)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • Harga Speaker Aktif

    Harga Speaker Aktif ...

    View Article
  • write an assignment for me

    Thank you for sharing one of these rights and healthful share with readers. May this ...

    View Article
  • Harga Speaker Polytron Bluetooth

    Harga Speaker Polytron Bluetooth ...

    View Article
  • Harga Speaker Aktif Polytron Bluetooth

    Harga Speaker Aktif Polytron Bluetooth ...

    View Article