Akhirnya "Ayu" Propamkan Kapolsek Sungai Lilin

By Redaksi 05 Des 2018, 01:36:31 WIBHukum

Akhirnya "Ayu" Propamkan Kapolsek Sungai Lilin

Keterangan Gambar : Ayu didampingi kuasa hukumnya


Intipos.com | Musi Banyuasin - Diduga dilibatkan dan dipaksakan untuk mengakui kalau suaminya melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan didesanya sendiri pada (28/10/2018) yang kejadiannya sekira pukul 02.00 wib dini hari itu akhirnya Ayu mempropamkan Kapolsek dan Kanitreskrim Polsek Sungai Lilin ke Propam Polda Sumatera Selatan (29/11) pukul 14.00 wib.

Dengan didampingi kuasa hukumnya dari Peradi Adv. Dodi IK, SH dan Adv. Daulat Sihite, SH kepada awak media Ayu menjelaskan terkait dengan kejadian perampokan itu bahwa suami saya Sutonik (35) itu tidak terlibat, tapi dipaksa untuk mengakuinya oleh pihak kepolisian Polsek Sungai Lilin.

Yang membuat saya nekat melapor Kapolsek Sungai Lilin dan Kanitreskrim nya ke Propam Polda Sumsel ini kata Ayu, bahwa suami saya disiksa hingga mukanya babak belur dan giginya ada yang patah. Keyakinan saya bahwa ketidakterlibatan suaminya itu yakin tidak terlibat dan saya " Demi Allah" siap disumpah dengan cara apa saja.

"Suami saya pada malam kejadian itu sedang tidur dirumah satu kamar bersama anak saya dan saya bersama suami saya tau ada tetangga yang kena rampok itu dikabari oleh tetangga saya dan suami saya juga masih dalam kamar tidur bersama anak semata wayang saya", ucap Ayu dengan nada emosi.

Pekerjaan suami saya hanya seorang sopir mengangkut sawit milik juragan suami saya Sugito, bahkan pagi kejadian itu suami saya juga dihubungi bosnya, karena sampai kesiangan dan ketika itu suami bersama saya juga melihat kerumah korban karena tetangga dekat.

Ayu menambahkan, suami saya ditangkap polisi dari Polsek Sungai Lilin pada Sabtu sore (17/11) saat duduk diatas motor melihat Bapak Admuji sedang mencuci mobil di rumahnya di Jalan Raya Palembang-Jambi didesa Srigunung, tanpa menunjukkan surat perintah penangkapan suami saya langsung dibawak,  kemudian disiksa dipukuli dengan besi sampai ada giginya yang patah disuruh mengaku kalau ikut melakukan perampokan itu. Karena tidak tahan dianiaya suami saya diminta terus mengakuinya.

Masih kata Ayu, dari keterangan suami saya yang saat itu saya besok dengan mukanya  yang babak belur itu dituduh ikut merampok menggunakan motor KLX milik bos Gito, padahal motor sudah dijual satu bulan lebih sebelum kejadian perampokan, jadi kalau dalam kejadian itu suamiku membawa motor itu sangat tidak masuk diakal dan itu diduga kuat hanya rekayasa dari pihak kepolisian di Sungai Lilin saja.

Dihadapan anggota Propam Polda Sumsel, saya tegaskan secara Kronologi keberadaan suami saya baik sebelum ada kejadian dan malam kejadian maupun setelah kejadian, maka saya minta keadilan supaya suami saya dibebaskan dan kepada para oknum-oknum yang terlibat menganiaya suami saya di beri sanksi yang seberat-beratnya. "Pokoknya akan saya tuntut sampai kemana saja, karena suami saya tidak bersalah", tegasnya.

Senin (03/12) kemarin melalui kuasa hukumnya Adv Dodi IK, SH dan Adv Daulat Sihite SH., sudah mendaftarkan Praperadilan di Pengadilan Negeri Sekayu saat diminta konfirmasinya (04/12/2018).

Advokat Dodi, SH mengatakan bahwa kami Tim Kuasa Hukum berkeyakinan bahwa klien kami tidak bersalah, kami sudah lakukan investigasi, ada saksi alibi dan klien kami selama kejadian peristiwa 365 itu pada tanggal 28 Oktober 2018 sampai 17 November 2018, klien kami tdk kemana-mana, aktivitas seperti biasa,  nyopir membawa truck mengangkut buah sawit ke pabrik KSL Betung melewati Polsek Sungai Lilin,  tidak ada gerak gerik dan glagat mencurigakan terhadap klien kami, kami akan pertanyakan kepada penyidik, apa yang menjadi dasar klien kami ditangkap dan ditahan?  kepada klien kami yang dituduhkan bersalah, namun dia sendiri tidak bersalah, jangan takut, jika engkau mati dalam hukuman sementara engkau didzolimi, engkau mati syahid. 

“Bagi orang yang mati Syahid di sisi Allah enam keutamaan: (1) Ia diampuni tatkala pertama kali darahnya muncrat; (2) Ia melihat tempat duduknya di surga; (3) Ia diselamatkan dari siksa kubur; (4) Ia diamankan tatkala hari kebangkitan; (4) kepalanya diberi mahkota kewibawaan, satu berlian yang menempel di mahkota itu lebih baik dari pada dunia seisinya; (5) Ia dinikahkan dengan 72 gadis dengan matanya yang gemulai; (6) ia diberi hak memberi syafaat 70 orang dari kerabatnya.” (HR. Ahmad, 4: 131; Tirmidzi, no. 1663; Ibnu Majah, no. 2799).

Wahai klien ku, jika engkau benar, yakinlah Allah akan menolongmu, jangan takut dipukuli, jangan takut ditembaki, jangan takut dianiaya, "tahankan". Kami akan berjuang. Bismillah Allahu Akbar.

Hal senada dilontarkan oleh kuasa hukum lainya Advokat Sihite, SH, bahwa kliennya tidak bersalah, karena tidak tahan dianiaya dan disiksa serta dipaksa oleh petugas untuk mengakui, maka, kami kuasa hukum siap melakukan pendampingan sampai kapan saja dan targetnya bisa dibebaskan demi hukum saudara Sutonik, karena tidak ada bukti-bukti kalau klienya ikut terlibat dalam kasus 365 KHUPidana dan itu semua diduga kuat karena rekayasa pihak reskim Polsek Sungai lilin saja, kita sama sama buktikan, tegasnya.

Hingga berita ini dimuat Kapolsek maupun Kanitreskrim Polsek Sungai Lilin belum bisa di konfirmasinya. (waluyo)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • Jacktum

    [url=https://buyzithromaxonline.com/]zithromax[/url] ...

    View Article
  • Miatum

    [url=http://albendazoletablets.com/]where to buy albendazole[/url] ...

    View Article
  • Suetum

    [url=https://celebrex200.com/]generic celebrex[/url] ...

    View Article
  • Suetum

    [url=https://buyzithromaxonline.com/]buy zithromax 500mg[/url] ...

    View Article