72 Peserta Ikuti Festival Layang-Layang Yang Digelar Pandemen Layangan Ngile (Pelangi)

By Redaksi 15 Okt 2018, 18:15:26 WIBSeni & Budaya

72 Peserta Ikuti Festival Layang-Layang Yang Digelar Pandemen Layangan Ngile (Pelangi)

Keterangan Gambar : komonitas yang diberi nama Pelangi (Pandemen Layangan Ngile)


Intipos.com | Pacitan - Untuk mengembangkan dan membudayakan budaya serta permainan lokal, Pandemen Layangan Ngile (Pelangi) Desa Ngile Kecamatan Tulakan Pacitan mengelar Festival Layang-layang yang digelar di Lapangan Kabul Desa setempat.

Kegiatan yang di ikuti 72 peserta dari berbagai desa di dalam dan luar Kecamatan Tulakan ini menyedot perhatian masyarakat untuk menyaksikan festival tersebut.

Menurut Ketua Panitia Triyono mengatakan, Kegiatan festival layang-layang ini untuk memberdayakan kearipan lokal serta krasi seni para masyarakat baik penuda dan para orang tua khususnya Desa ngile maka dilaksanakan kegiatan ini.

"Festival ini menjadi ajang kreasi para generasi muda di Desa Ngile, Maka Pemerintah Desa menyelengarakan kegiatan tersebut,dan Festival ini akan menjadi agenda tahunan desa,"jelas ketua panitia yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Ngile tersebut, Minggu (14/10/2018).

Lebih lanjut Triyono menambahkan, Budaya menerbangkan layang-layang sudah ada sejak dulu, Namun hanya sebagai hiburan masing-masing individu masyarakat setempat, Sambil bekerja di sawah atau kebun masyarakat menerbangkan layang-layang ukuran besar yang dibubuhi tali senar pada layangan, Sehingga menimbulkan suara yang merdu.

"Kita melihat antusias warga yang sejak dulu membudayakan menerbangkan layang-layang, Kita membentuk suatu komonitas yang diberi nama Pelangi (Pandemen Layangan Ngile)yang menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki hoby bermain layang-layang, Dan pemerintah Desa sudah membuat perdes untuk kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan,"tambanya saat di temui pewarta di lokasi festival.

Secara terpisah tokoh masyarakat Desa Ngile Mbah Broto mengatakan, Kegiatan seperti ini sangat bagus dan perlu di apresiasi, Karena bisa menjadi agenda tahunan desa, Selain menjadi ajang adu kreasi dan inovasi saat menampilkan layangan juga membudayakan kearipan lokal.

"Dengan antusias warga yang mengikuti festival ini bukan hanya warga Desa ngile namun dari desa-desa dalam Kecamatan Tulakan, Bahkan ada dari luar daerah Pacitan, Ini menandakan pengemar layang-layang cukup tinggi, Dan dengan di jadikan agenda tahunan desa bisa menjadi festival budaya lokal,"ujar Mbah Broto yang juga Anggota DPRD Pacitan dari Partai Gerindra tersebut.

Dalam festival layang-layang ini panitia menyiapkan Tropy, Piagam dan uang bagi para pemenang dalam kegiatan ini, Selain Hadiah utama ada juga hadiah hiburah yang di siapkan panitia dan para sponsor. (tyo)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Yudi Pratama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Silahkan lakukan penilaian untuk informasi yang kami sajikan
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang
  Buruk

Komentar Terakhir

  • Janetum

    [url=http://albuterolhf.com/]albuterol[/url] ...

    View Article
  • Suetum

    [url=https://albuterolhf.com/]albuterol[/url] [url=https://lasix40.com/]buy lasix[/url] ...

    View Article
  • Nicktum

    [url=https://lasix40.com/]lasix[/url] [url=https://prednisone20.com/]prednisone[/url] ...

    View Article
  • Miatum

    [url=http://cialisq.com/]cialis[/url] [url=http://albuterolhf.com/]albuterol sulfate ...

    View Article